Kabar dari Manusia Biasa

Sarana berbagi informasi dan pengetahuan

Semua Siswa SMA di Indramayu Gadis!

Mendapat kabar bahwa Bupati Indramayu ingin menggelar Tes Keperawanan Siswa membuat saya kesal. Begitu juga dengan sikap Kepala Dinas Pendidikan Indramayu yang mengamini kehendak bupatinya. Apa tidak ada masalah lain yang lebih penting untuk diurus?

Keinginan bupati itu terkait dengan beredarnya rekaman video aktivitas dua siswa SMU di Indramayu. Tapi untuk “mendidik” semua siswa di Indramayu agar tidak mengikuti aksi rekannya itu tidak dengan melakukan tes keperawanan. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membina para siswa.

Tes keperawanan pada siswa akan menimbulkan masalah baru. Kemudian tes itu sangat tidak adil. Ia hanya dapat dilakukan kepada siswa perempuan. Sedangkan siswa pria bebas melenggang. Lalu jika sudah diketahui jumlah dan identitas siswa yang tidak perawan mau diapakan? Apa akan membuat semua siswa tidak merekam aktivitas erotisnya?

Tingkatkan kesejahteraan rakyat Indramayu. Sekolah harus bebas biaya. Dan bagi siswa berprestasi disediakan berbagai hadiah dan penghargaan.

Stop wacana tes keperawanan siswa! Semua siswa perempuan di Indramayu adalah gadis. Karena ia belum menikah.

August 16, 2007 - Posted by Asep Saefullah | Ciayumajakuning, Indramayu, Kebijakan | | 26 Comments

26 Comments »

  1. kenapa tak minta bantuan pakar untuk mengidentifikasi orang per-orang yang ada di video porno itu?

    Comment by ikram | August 16, 2007

  2. - Lalu jika sudah diketahui jumlah dan identitas siswa yang tidak perawan mau diapakan? <— yg ketauan gak perawan.. selanjutnya “mungkin” akan di “tes langsung” oleh bupatinya sendiri kali.. *parah bener tuw bupati…*
    - Stop wacana tes keperawanan siswa! Semua siswa perempuan di Indramayu adalah gadis. Karena ia belum menikah. <— sepakat ! btw… gadis yg perawan ataw gadis bukan perawan..?? :D… gak peduli.. yg penting belum menikah !

    Salam kenal..

    Peace, Love `N Harmony !

    <—

    Comment by 9uBr4K5 | August 17, 2007

  3. [...] http://asep.wordpress.com/2007/08/16/semua-siswa-smu-indramayu-gadis/ [...]

    Pingback by Sastra dan Anomali Sosial Generasi Muda Masa Kini « JALUR LURUS | August 18, 2007

  4. emang klo gak perawan mau diapain?
    di restart kali yah…

    Comment by himura | August 19, 2007

  5. Betul kang Asep, Bupati Indramayu lagi kurang enak badan mungkin waktu cetusin ide tes keperawanan. Saya aja yg goblog geleng-geleng kepala pas baca beritanya di koran. Apa ini bupati ga punya teman yang bisa kasih tahu kalo idenya bukan cuma bakal jadi bahan tertawaan tapi juga menyesatkan. Tapi, yah lumayan lah buat bikin forum diskusi di mana-mana jadi rame. Salam hangat, amrie

    Comment by amrie | August 20, 2007

  6. hehe.. sebagai sesama bupati, saya sangat menyesalkan sikap teman saya tsb.
    setuju seperti kata pak amrie, teman saya itu tidak punya teman. temannya hanyalah semut, bekicot, kerbau, dan rumput yang bergoyang.

    Comment by bupati | August 21, 2007

  7. hehe, bupati… berarti ente semut, bekicot, atau kerbau nih?

    kan si bupayu (bupati-indramayu-red) temennya itu semua.

    Comment by gubernur | August 21, 2007

  8. memang selalu ada yang aneh dengan orang indonesia…apa pak bupati mau jadi menteri keperawanan wanita ya….?????

    Comment by ferdi | August 24, 2007

  9. Saya sebagai orang indramayu asli setuju-setuju aja apabila harus di adakan tes keperawanan toh hasilnya kgkan disebarluaskan hal ini hanya ingin membuktikan bahwa indramayu masih punya moral, tampa kita sadari citra indramayu emang sangat buruk dari masalah perempun sampai TKW nya ini yang harus kita selesaikan bagi warga indramayu padahal menurut saya indramayu tidak begitu buruk amat masih banyak kota lain yang lebih buruk tapi kenapa cuma indramayu yang tersorot ya…

    Comment by Ade Purnama | August 27, 2007

  10. masalah keperawanan adalah urusan pribadi, selama pada saat melakukan “pemecahan keperawanan” tidak ketahuan orang lain dan tidak merasa berdosa, maka dari itu kalo ada orang yg ingin mengetes keperawanan seseorang, hal itu sydah melanggar HAM (kayak pendekar HAM aja)…

    Comment by aacor | August 28, 2007

  11. kalau mau tes keperawanan toh tes keperjakaan juga harus dites

    Comment by wawan | August 30, 2007

  12. iya ya.. kyk ga ada kerjaan laen aja yg mesti diurusin ama seorang bupati

    Comment by syafriadi | September 4, 2007

  13. Jadi ingat pelajar reaktif dan pro aktif .. :D

    Comment by erander | September 7, 2007

  14. Pengamatan yang disampaikan oleh forum ini sepertinya terlalu berlebihan, mungkin karena salah menafsirkan masalah tes tersebut. Saya sebagai tim kesehatan menyadari betul arti moral manusia sebagai mahluk biopsikososiospiritual. Melihat hal ini jelas seharusnya pemeriksaan tidak hanya dilakukan melalui pengkajian fisik saja, tetapi metode wawancara juga dapat dilakukan melalui pendekatan individu/objek sendiri, dengan begitu laporan yang dihasilkan mendekati kevalidan dalam statistik. Adapun bagi mereka yang benar2 diketahui telah kehilangan statusnya sebagai gadis harus diberikan pengarahan melalui pendekatan keluarga dgn guru BP/BK kemudian dicari solusi terbaik diantara kedua belah pihak tanpa menghilangkan hak atas siswa/i tersebut mendapatkan pendidikanya atau sanksi maksimalnya yang bersifat jera sehingga membuat pelajar lain tidak melakukan hal yang serupa. Pemeriksaan ini seharusnya berlaku juga bagi pelajar pria sehingga tidak terjadi diskriminasi gender. Setiap pemimpin punya cara tersendiri dalam mengatur daerahnya, sebagai masyarakat yang cerdas tidak sepantasnya memberi makian kepada suatu pemimpin atas kebijakan yang telah mendapat dukungan dari rakyatnya, namun kebijakan tersebut harus rasional, dan menurut saya kebijakan tersebut cukuplah masuk akal untuk memperbaiki citra daerah di mata umum. Namun sebagian masyarakat sedikit yang mengerti. Harvery BDG

    Comment by Harvery_42 | September 18, 2007

  15. Klo menurutku sih sah-sah aja kalau masyarakat umum reaktif terhadap isu itu, karena kurang beruntungnya mereka mendapatkan pendidikan. bang Harvery juga seharusnya mendidik masyarakat supaya mengerti tentang tes keperawanan. walaupun ada alternatif poling yang disebar belum tentu hasilnya akurat. karena masyarakat sekarang sudah punya asumsi lain tentang keperawanan. mungkin sedikit yang akan mengaku “Sudah Tidak Perawan Lagi”. dan ada kemungkinan ketidak akuratan seperti contoh kasus di Yogyakarta pernah ada peneltian yang demikian dan mengcap sekian persen mahasiswi D.I. Yogyakarta tidak perawan. padahal kenyataan berkata lain bahkan berlainan arah.
    justru forum seperti ini yang bisa mengungkapkan unek-unek masyarakat.
    pemimpin yang cerdas adalah yang menjaga ucapannya “mulutmu singamu”. jadi wajar ketika pemimpin salah bicara banyak orang bereaksi. apalagi dengan segudang penghargaan yang didapat. bagi saya tidak sepatutnya pemimpin yang mendapat berbagai penghargaan apalagi penghargaan pemimpin yang bermoral tapi kenyataannya ucapannya sudah tidak bermoral.
    saya juga harapkan kepada para pemimpin untuk menjaga omongannya jangan bermulut manis didedap orang banyak nanti akan dikerubuti semut. kalau semutnya baik dia akan masuk dengan tenang jika jahat dia akan menggigit.
    untuk indramayu adalah negri yang carut marut. birokrasi yang rumit dan penuh pemlung didalamnya.
    kalau melihat semuanya dengan obyektif wajar ketika bupati memunculkan pernyataan seperti itu, karena lingkungan sekelilingnya memang seperti itu.

    Comment by sambalewa | September 24, 2007

  16. pak yance, periode pertama anda memimpin indramayu sudah bagus tapi anda jangan tersanjung yang melambung sehingga salah ambil kebijakan yg bikin citra indramayu makin miris… saya sebagai orang indramayu ‘gerah’ jg dengan komentar-komentar yg manilai indramayu adalah negri yg carut marut.saya pikir ga juga.Tapi ya…sabar,kadang itu terlalu dibesar-besarkan aja beritanya.

    Comment by hasna | September 26, 2007

  17. Pak Bupati, saya stuju aja dengan upaya Bapak yang terbilang agak nyleneh itu. Moga-moga memang memiliki tujuan yang mulia yakni ingin menjaga moralitas generasi muda. Tapi gagasan bapak itu harus disosialisasikan dengan baik dan semua memiliki tujuan dan atau maksud yang mulia. Semua siswa yang hendak dilakukan tes dimaksud juga harus memahami maksud yang mulia tersebut. Lebih baik lagi upaya bapak dimaksud harus diikuti dengan penyuluhan-penyuluhan untuk memperbaiki moralitas generasi muda.

    Comment by elan perwira | September 27, 2007

  18. Ehm…. test keperawanan…
    klo emang terjadi mungkin banyak yang pelajar atau mahasiswa yang nggak bisa ikut dalam meraih cita2nya. yang di kerenakan gk perawan lagi.

    bukan karena faktor berhubungan dengan orang lain, tapi juga dengan banyak hal yang menyebabkan gk perawan lagi.

    Comment by sh1nch1 | October 4, 2007

  19. [...] sebagai mahkota-nya sampai dia menikah, bahkan sampai ada suatu daerah yang melakukan pemeriksaan massal. Lantas apa bedanya?, dan Bagaimana kalau si gadis adalah korban perkosaan dan bukan dengan sengaja [...]

    Pingback by Kenapa Ke-Perawan-an Menjadi Suatu Ukuran « extremusmilitis imperialism | October 6, 2007

  20. menurut saya sih stuju2 aja kalau mu ada dia adain test keperawanan. karena saya ga mau anak2 saya nanti bermoral ancur di masa2 sma

    Comment by tandora | October 23, 2007

  21. Saya adalah orang indramayu asli (wong bongas keh), saya sangat setuju dengan test keperawan.Biar daerah - daerah lain tau kalo indramayu tuh cewe-cewe nya masih PERAWAN! kecuali yang udah jadi jablay.oh ya kalo yang udah jadi jablay tuh BUKAN ORANG INDRAMAYU lg, mereka yang jablay adalah orang dari NERAKA

    Comment by yoso | January 3, 2008

  22. aduuuhhhh…dasar “perawan” ada-ada saja ulahnya hehhehehehehe

    Comment by sri puspa oktaningrum | January 29, 2008

  23. saya curiga, jangan2 bupatinya bukan orang indramayu, masak kagak tau terkenalnya gadis indramayu di seantero ngri ini.

    Comment by komarudin | February 14, 2008

  24. Aslm.
    Saya heran, kenapa ada yang pro dan kontra, bahkan sangat-sangat kontra. Yang kontra sepertinya : apa malu, apa punya ide lebih bagus, atau jangan-jangan dia yang ‘berjuang’ untuk kehidupan bebas di Indramayu.

    Please lah, kalo berkomentar harus dengan dasar yang benar, bukan suka, senang, untung, rugi, malu, atau perasaan-perasaan yang serba relatif dan kebenarannya dipertanyakan.

    Silahkan, yang mengusulkan agamanya apa, yang kontra apa. Ajaran Islam mengajarkan jauh lebih agung.

    Tak sekadar tes apalagi menolak dengan sangat.
    Hai, mau diapakan masyarakat ini, mau dibuat lebih bebas ? Lebih liberal ?
    Mau dikemanakan anak anak kita ini ?

    Di dalam Islam, seperangkat aturanya lengkap. MUlai gimana pendidikan seks anak, remaja, peraturan media masa yang Islami (tidak seperti sekarang yang norak dan bikin masyarakat lebih tidak cerdas), peraturan bagi pelanggar tegas. Kalau alasan miskin, Islam pun akan ngatur, gimana orang tidak miskin.

    Sekarang kalo ada yang ngomong, nah lho yang pimpinanya islam pun kok hasilnya sama.
    Ya iya lah, kalo pimpinannya islam, apa juga aturannnya pake islam ? Kan tidak. Apalagi kalo pimpinannya islamnya dipertanyakan.

    Kalau pimpinannya juga bener, belum tentu akan bener, kalo rakyatnya juga kayak anda-anda, ada usulah bagus diprotes, karena alasan2 yang tidak mendasar…..

    Jadi yang penting : pemimpinnya islam yang bener, aturannya (sistemnya) islam yang bener, dan RAKYAT yang dipimpinnya juga kudu islam yang bener. Dengan berusaha keras dan certas dan tawaqal, insya Allah akan aman, tentram, sejahtera, nyaman, dan selamat dunia akherat….

    Wslm

    Comment by permana | February 27, 2008

  25. salam kenal

    Comment by taufik | March 7, 2008

  26. wah..wah…wahh….kok jd malah kita yang ribut sendiri di forum ini…..kepriben kien kih ??? kita mencari solusi, debat kusir. Kalo memang mau di adakan test keprawanan, suruh aja bupatinya yang ngetest sendiri yang disaksikan orang tua dari si empunya anak, biar pa bupati tau n ngrasain pegelnya ngetes keprawanan gadis-gadis di indrawayu, pa bupati kok aneh - aneh aja programnya, apa ga ada program yang lebih baik n greget lg yang bisa ngundang antusias masyarakat indramayu ??? apa mau bikin tiap minggu ndatangkan grup musik ternama di alun - alun, atau bikin paggung hiburan di tengah laut tiap minggu di tirtamaya biar para nelayannya pada seneg n lebih giat lg nyari ikanny….ga usah yang neko - neko lah pak, lha wong wis tua bae kok ya macem - macem…kalo dah tua banyakin zikir n ngusahain gimana supaya daerah yang bapak’s pimpin jd lebih maju dari daerah lain….saya yakin kalo daerah bapak bisa lebih maju dari daerah lain, image indramayu jg ga akan seburuk yg sering saya dengar…..dah tua pak, banyak” doa n kudu lebih arif sm masyarakat yang bapak’s pimpin…. kalo berdasarkan data yang pernah saya survey dibeberapa tempat, ternyata para WTS itu banyak yang ngaku - ngaku asal indramayu, jd bapak’s jgn kebakaran jenggot dl n buru - buru ngluarkan statement supaya test keprawanan… okey ???

    salam,

    Ucrit

    Comment by abdul kodir | April 13, 2008

Leave a comment