Majalengka dan Pertanian Berkelanjutan

Majalengka bertekad menjadi kota agribisnis termaju di Jawa Barat pada 2010. Kemana arah yang benar?

Dalam visi pembangunannya, Kabupaten Majalengka bertekad menjadi kabupaten termaju dalam bidang agribisnis di Jawa Barat 2010. Tekad itu digenapkan dengan cita-cita untuk tetap meletakkan masyarakat sebagai subyek: masyarakat agamis dan partisipatif.

Meski nampak sederhana, ini merupakan cita-cita besar, berjangka panjang, dan dengan sejumlah jebakan di sepanjang jalan. Majalengka perlu belajar dari kekeliruan pembangunan pertanian nasional selama Orde Baru. Meski sempat berhasil mencapai swasembada pangan, Pemerintah Orde Baru memaksa kita membayar mahal di kemudian hari: kerusakan lingkungan, menyusutnya areal pertanian, rendahnya taraf hidup petani.

Pemakaian pupuk dan pestisida kimia di masa lalu telah merusak kesuburan tanah dan memperkecil produktivitasnya. Makin hari para petani harus menambah dosis bahan kimia untuk meningkatkan panen dan memberantas hama, yang pada gilirannya makin jauh merusak tanah dan lingkungan, di samping mengancam kesehatan para petani.

Sementara ongkos produksi pertanian makin tinggi akibat tuntutan dosis tinggi pupuk kimia, kesejahteraan para petani sendiri tidak bertambah baik. Petani boleh dikatakan makin miskin. Pemerintah sendiri, dalam rangka menekan angka inflasi di perkotaan, berusaha menekan harga produk pangan semurah mungkin. Di masa lalu, pada hakekatnya, petani yang sudah miskin justru dipaksa mensubsidi kehidupan industri di perkotaan.

Pada akhirnya, banyak orang desa tidak melihat lagi pertanian sebagai tumpuan harapan, dan mereka memilih berpindah ke kota hanya untuk menemui kemiskinan yang lain. Hilangnya tenaga kerja di sektor pertanian, pada gilirannya memperkecil produksi pertanian, khususnya pangan, yang kini membuat kita menjadi negeri pengimpor pangan terbesar.

Paradigma pembangunan pertanian perlu diperbaiki. Ada dua aspek terpenting: keterlibatan petani yang lebih baik yang bisa menjamin peningkatan kesejahteraan dan mempromosikan pertanian organik yang tidaki merusak tanah dan lingkungan. Dua aspek ini terangkum dalam konsep yang sekarang banyak dikembangkan di berbagai belahan dunia: konsep pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).

Dalam konsep tersebut, partisipasi petani sangat penting. Petani tidak hanya dituntut untuk berorganisasi dan belajar tentang teknik pertanian yang lebih sehat, namun didorong bekerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan.

Konsep pertanian yang menyeluruh ini misalnya diterapkan di Sekolah Pertanian Canaan (Canaan Farmers’ School atau Canaan Farm), Korea Selatan, yang didirikan Kim Yong-ki (1912-1988) pada tahun 1931. Canaan Farm lebih menyerupai sebuah lembaga penggemblengan mental, menyerupai pesantren di Indonesia. Canaan Farm berlokasi di sebuah tanah pertanian di Wonju-si, Kangwon-do, sekitar 135 kilometer sebelah timur Seoul, Korsel.

Canaan Farm bukanlah lembaga pendidikan formal, melainkan sebuah pusat pelatihan (training center). Jika di sekolah para siswa belajar ilmu pengetahuan, di Canaan Farm para siswa belajar tentang makna kehidupan. Siswa belajar dan tinggal di tanah pertanian itu bersama para guru.

Pertama-tama Canaan Farm memang dikhususkan bagi para petani untuk mendalami ilmu pertanian. Siswa-siswa diajar cara bertanam padi di sawah. Namun, seiring dengan waktu, selepas era 1980-an, pendidikan dibuka bagi masyarakat umum, dan bidang pertanian yang dipelajari hanyalah sebatas filosofi menanam beras bahwa untuk hidup (makan), kita perlu bekerja.

Konsep yang sama sangat mungkin dietrapkan di banyak pesantren Jawa, termasuk di Majalengka. Jika Majalengka ingin membangun pertanian berbasis masyarakat agamis, ini merupakan salah satu resepnya.***

3 thoughts on “Majalengka dan Pertanian Berkelanjutan

  1. saya sedang bikin tugas kuliah tentang majalengka, idenya boleh juga… bolehkah saya kutip idenya? dengan mencantumkan nama anda dan alamat halaman ini?

    terimakasih

  2. Teman2 asal Kab. Kuningan dan sekitarnya dimanapun anda berada… salam kenal dari saya.. Atin, asal Kuningan juga, skr tinggal di Bandung… Saya mengajak teman2 semua untuk peduli dengan kota kita tercinta…
    Dalam rangka menuju Kuningan Go Organik 2010, mari kita undang sdr kita, teman2 kita, petani2 kita, untuk bisa hadir di acr Training & Aplikasi pupuk organik TGH, yang akan diselenggarakan pada :

    Hari : Kamis, 5 Maret 2009 jam 13.45
    Tempat : Gelanggang Pemuda, Jl. Aria Kemuning No.1 (Blkg Taman Kota Kng)
    Tiket : Rp.5.000,- (TERBATAS) bisa dibeli di Sub Stokist Tianshi, Jl. Dipati Ewangga, Gg. Kebumen A No.65 Tl.873070
    kami akan menghadirkan DIRUT Tiens Golden Harvest (TGH) langsung Bpk. AMAL ALGHOZALI, didampingi pakar Pertanian Ir. Wahyudi.

    Kami adakan training ini, sehubungan sudah banyak nya petani di Kuningan, yang menjadi bukti dari pupuk TGH ini.

    Bagi anda yang berada diluar Kuningan, silahkan anda manfaatkan training ini…
    Bagi peminat yang serius, bisa menghub. Atin 081572002063 / 08180969047

    Atin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s