Benahi Angkutan Umum untuk Mengatasi Kemacetan di Jakarta

Kini waktu perjalanan di Jakarta kian sulit diperkirakan waktu tempuhnya. Bukan hanya pada jam sibuk di pagi dan sore hari. Pada hari libur sekalipun kemacetan terjadi di semua ruas jalan Jakarta.

Penyebab yang paling kasat mata adalah makin bertambahanya jumlah kendaraan yang menapak di jalanan ibukota Indonesia ini. Seperti dilansir VivaNews, sepanjang tahun 2001 hingga 2008, jumlah kendaraan meningkat secara signifikan, dari 3,5 juta di tahun 2001 menjadi 9,6 juta di tahun 2008. Di tahun 2008, jumlah sepeda motor di Jakarta sebesar 70 persen dibandingkan seluruh kendaraan yang ada.

Jumlah sepeda motor yang meningkat tajam itu, karena warga kecewa dengan layanan angkutan umum. Selain pelayanan dan fasilitasnya buruk, jumlahnya juga sangat sedikit. Faktanya, jumlah bis kota hanya 288.000 atau 3 persen saja dari jumlah kendaraan di Jakarta.

Jika tidak ada upaya serius dari pemerintah, bisa jadi semua ruas jalan di Jakarta tak akan sanggup menampung jumlah kendaraan yang ada.

Untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, kuncinya adalah membenahi angkutan umum yang telah ada saat ini. Transjakarta busway semua koridornya dibuka dan jumlah armadanya ditambah.

Saat sterilisasi jalur busway yang berlangsung Agustus ini, perjalanan Transjakarta lancar, dan waktu tempuh setiap koridor lebih cepat hingga setengah jam. Kecepatan bus meningkat dari 20 kilometer per jam menjadi 50 kilometer per jam. Setelah beberapa hari dilakukan sterilisasi jalur busway, jumlah pengguna Transjakarta meningkat.

Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Udar Pristono, mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang Transjakarta mencapai lebih dari 10 persen.

“Pada Koridor I Blok M-Kota, biasanya penumpang 69.578 orang per hari. Kini mencapai 77.136 orang per hari,” katanya.

Sedangkan pada Koridor III (Kalideres-Harmoni) penumpang meningkat hingga 14,35 persen, yakni dari sebelumnya 28.975 penumpang per hari meningkat menjadi 33.134 penumpang per hari. Dan di Koridor VI (Dukuh Atas-Ragunan), kenaikannya sebanyak 14,25 persen, dari sebelumnya 24.410 penumpang per hari menjadi 27.402 penumpang per hari.

Dengan meningkatnya pelayanan Transjakarta, banyak warga yang memilih menggunakan moda transportasi itu. Dan kondisi tersebut harus terus ditingkatkan.

Selain meningkatkan layanan Transjakarta, pemnerintah juga harus membenahi angkutan umum lainnya. Feeder busway, kereta api, dan kopaja serta mikrolet yang tidak dilalui Transjkarta. Sehingga warga lebih mudah menggunakan angkutan umum.

Tak perlu membangun MRT di bawah tanah atau Monorail di udara. Benahi saja angkutan umum yang ada dengan tegas dan terpadu.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s