Beragam Tempat Nongkrong di Lampung

Pilihan bergaul di Lampung cukup lumayan banyak. Way Halim misalnya. Tempat ini biasanya memang digunakan oleh muda-mudi Lampung untuk bercengkrama. Banyak pilihan makanan yang cukup direkomendasikan di sini. Tidak hanya itu, karena lokasi Way Halim yang berada di kawasan hutan kota ini membuat suasana kebersamaan makin teduh.

Kalau musim durian tiba, biasanya kawasan Way Halim ini akan banyak dipenuhi dengan lapak-lapak penjualan durian Lampung. Tak hanya itu saja, terkadang ada juga yang menjual beberapa hasil kebun yang lain seperti petai, buah, manggis dan cempedak.

Tapi yang jelas, di Way Halim ini semua jenis makanan bisa Anda temukan di sini. Wilayah ini sebenarnya tidak murni sebagai tempat kuliner dan tempat gaul saja. Karena lokasinya adalah hutan kota, di sore hari biasanya lokasi ini dijadikan tempat olahraga atau hanya sekedar bercengkrama bersama.

Sembari itu, biasanya para pengunjung menikmati beberapa kudapan yang banyak dijajakan di sana. Sore hari, biasanya akan penjual jagung bakar. Aktivitas kebersamaan memang tidak lengkap kalau tidak diiringi dengan minuman yang menyegarkan. Teh sebagai sebuah simbol kebersamaan cukup pas jadi pilihan.  Konteks nuansa kebersamaan dalam kawasan hutan kota akan memberikan kontribusi kesadaran masyarakat tentang sebuah ruang hijau untuk kebutuhan bersama.

JIka melancong ke Lampung, jangan lupa cicipi panganan paling terkenal di Lampung, bakso Son Haji atau yang lebih populer dengan Bakso Sonny. Saking banyaknya penggemar bakso ini, membuat pemilik membuka cabang pada beberapa tempat di Bandar Lampung. Tapi kepuasan menikmati bakso di pusatnya di Jl Wolter Monginsidi terasa lain. Tentu saja Anda jangan kecewa kalau harus ikut antri bersama para pemburu kelezatan bakso ini.

Usai menikmati Bakso Sonny, menjelang sore singgahlah ke Gedung Sumpah Pemuda. Anak-anak muda Lampung biasa menghabiskan sore, terutama di akhir pekan dengan beraktivitas bersama-sama. Semangat kebersamaan muncul lewat aktivitas olah raga dan bercengkerama sembari memuaskan dahaga. Dan teh menjadi simbol kebersamaan mereka.

Mencari makanan khas Lampung yang penduduknya dari berbagai suku bangsacukup sulit. Tidak banyak rumah makan yang menyediakan masakan asli Lampung. Dari sekian makanan khas Lampung, pindang jadikan salah satu menu utama di rumah makan favorit warga Lampung, yaitu Taman Santap Rumah Kayu di Jalan Arif Rahman Hakim no 45. Pindang biasanya disuguhkan dalam mangkuk berukuran sedang dengan kuah hangat berwarna kuning. Uniknya, pindang Lampung terasa asam gurih, seperti Tom Yam dari Thailand. Aroma kuahnyapun lebih harum berkat daun kemangi yang dicampur di dalam kuahnya. Ada beberapa jenis pindang yang ditawarkan, Bawung Pindang Nanas, Cumi Pindang Kemangi dan Udang Pindang.

Lampung mempunyai banyak tujuan wisata, salah satu tempat yang potensial menjaring banyak wisatawan adalah wisata pantainya. Sebut saja Pantai Pasir Putih dan Pantai Kalianda. Selain kedua pantai tersebut, masih banyak sebetulnya pantai – pantai yang relatif masih perawan yang tidak kalah indah dari dari keduanya. Pantai mutun yang terletak tidak jauh dari pusat Kota Bandar Lampung salahsatunya. Hanya dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk mencapai pantai ini dengan mengendarai mobil ataupun sepeda motor. Pemandangan sepanjang jalan menuju Pantai Mutun juga sayang untuk dilewatkan.

Disini kita bisa menikmati suasana pantai dengan duduk di tempat berupa gubuk yang tersedia. Suasana pantai di akhir pekan sangatlah padat. Ada yang berenang, bermain kano, serta snorkeling di laut sekitar pantai.

Jika kita ingin menikmati pantai dan laut yang jauh lebih bersih lagi, kita bisa menyebrang ke pulau kecil di seberangnya yang bernama Pulau Tangkil. Untuk menyeberang ke pulau tersebut banyak tersedia perahu yang siap mengantarkan kita.

Suasana di Pulau Tangkil ini jauh lebih indah dari Pantai Mutun, pantainya lebih bersih dan suasananya tidak seramai di Pantai Mutun. Sehingga kita bisa lebih nyaman untuk berenang atau sekedar berjalan mengelilingi pantai di pulau itu.

Jika ingin menikmati wisata bahari selain menikmatim suasana pantai, maka berkunjunglah ke Teluk Kiluan. Disana kita dapat menikmati tarian lumba-lumaba di lautan luas. Rombongan lumba-lumba yang bergerak dengan lajunya cepat sekali meloncat kesana-kemari. Teluk Kiluan kaya dengan ikan. Ada kakap, tongkol, tuna, lobster, dan teripang. Disana juga menjadi salahsatu tempat perlindungan untuk penyu sisik dan penyu hijau.***

3 thoughts on “Beragam Tempat Nongkrong di Lampung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s