Jelajah Kuliner Sumatera Barat

Menjelajah Sumatera Barat, kita bukannya hanya akan menemukan keindahan alam saja, tapi kita juga dapat menikmati budaya, sejarah, dan kuliner yang khas. Dari Padang, ibukota Sumatera Barat kita dapat menuju Maninjau. Sepanjang perjalanan kita dapat menikmati panorama yang indah dengan jalan yang mulus. Di kiri-kanan sawah yang menguning siap panen dengan rombongan kerbau yang mandi di sungai.

Jalan berkelok setelah melewati Pariaman dengan udaranya yang sejuk membuat kita segar.Air di selokan terlihat deras dan jernih. Perjalanan menuju Danau Maninjau sangat menyenangkan.

Danau Maninjau airnya tenang. Banyak keramba untuk budidaya ikan tawar Nila dan Mas. Di sini banyak bangunan khas Minangkabau yang terbuat dari kayu dengan warnanya yang sudah menghitam. Riak gelombang terlihat di bibir danau dengan suaranya yang ritmis. Di kejauhan terlihat barisan lembah bukit yang membiru.

Andi Sucipto dari PT Sinar Sosro mengatakan Danau Maninjau merupakan danau yang kerap dijuluki danau kristal, karena warna kehijauan yang biasanya tenang, diam tidak beriak.  “Pengunjung yang bertandang ke sini dapat duduk di warung-warung dekat tikungan yang menawarkan panorama alam yang cantik,” katanya.

Usai menikmati senja di Danau Maninjau yang indah, kita dapat melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi. Perjalanan menuju Bukittinggi kitam akan menyusuri jalan seperti liukan ular. Jalannya berkelak-kelok dengan tikungannya yang tajam dan menanjak. “Tempat ini juga terkenal dengan Kelok 44-nya. Di kelokan yang makin dekat ke danau, terdapat monyet-monyet yang hidup di hutan-hutan kecil sekitarnya,” kata Andi.

Dari atas jalan, terlihat Maninjau yang tenang dengan pemukiman warga yang rapi. Kita juga harus hati-hati menyusuri jalan ini, terutama waspada dengan kendaraan yang datang dari arah berlawan. Jalannya tidak cukup lebar. Perjalanan dari Danau Maninjau ke Bukittinggi dapat ditempuh sekitar satu setengah jam.

Jam Gadang adalah salah satu ikon kota Bukit Tinggi. Letaknya persis di jantung kota dan terletak di depan Istana Hatta. Jam ini merupakan hadiah dari Belanda. Jam ini memiliki keunikan. Karena ada kesalahan penulisan angka empat Romawi. Di sana, angka tiga berjumlah dua kali. Banyak warga yang kongkow dan menghabiskan waktu liburannya di Bukittinggi. Udaranya sangat sejuk. Seperti halnya daerah Lembang di Bandung atau Puncak di Bogor, Jawa Barat.

Bukittinggi tak hanya cantik dengan alamnya. Tapi, Bukittinggi merupakan salahsatu kota yang memiliki sejarah penting dalam membentuk Indonesia. Di sini banyak melahirkan kalangan intelektual macam  Hatta, Sjahrir, Muhammad Natsir, Buya Hamka, Syafroedin Prawiranegara hingga Tan Malaka. Mereka melahirkan banyak pemikiran, konsep, gagasan, pandangan dan perdebatan tentang Indonesia. Intelektual dari kalangan nasionalis maupun agama dari Minangkabau ini memberikan warna yang berbeda.

Usai menikmati panorama alam dan menyusuri jejak sejarah pendiri bangsa, jangan lupa nikmati juga sajian Nasi Kapau Uni Lis yang terletak di belakangnya Pasar Atas. Nasi kapau Unis lis ini merupakan tempat makan khas Minang yang sudah berdiri cukup lama. Sajiannya adalah nasi putih dengan bermacam lauk, dominan dimasak dengan santan kental, sarat bumbu kunyit dan cabe pedas. Bagi Andi Sucipto, andalan Uni Lis ini adalah gulai ikan paweh batalua (bertelur), gulai kikil dan gulai tunjang.  “Selain lauk pilihan pengunjung, setiap melayani pembeli, hidangan akan ditambah gulai nangka muda (gulai cubadak) serta gulai rebung,” kata Andi. “Dan tentunya teh botol sosro juga tersedia.”

Dan uniknya, penataan resto ini bisa dijadikan contoh membangun kebersamaan. Penjual berdiri di depan sebuah meja yang dipenuhi panci logam besar-besar dan bersusun rapi, berisi aneka lauk bergelimang kuah santan. Memilih menu sembari menunjuk, dan aksi Uni yang melayani bisa menjadi tontonan tersendiri. Sebuah gayung batok kelapa akan menemani si peracik mengambil lauk pilihan pembeli. Lalu Uni akan meracik pilihan bersama nasi, sebelum dihidangkan. “Bila tengah banyak pengunjung, akan terlihat orang berkerumun di sekeliling juru saji. Warung ini sudah dibuka sekitar 1980-an,” imbuh Andi.

Rasanya tak lengkap jika sudah melancong ke Bukittinggi tapi tidak menikmati Gulai Itiak Lado Mudo ‘Ngarai’. Warung makan ini sudah lama berdiri, turun temurun dan nuansanya sangat sederhana. Tapi warung yang terletak di Jalan Raya Ngarai Sianok ini antriannya panjang saat jam makan siang.

Hidangan utamanya kalio daging dan gulai itiak yang sangat legendaris itu. Daging itiak (bebek) terasa gurih walaupun diberi bumbu cabe hijau. Rasa gurih-pedasnya sulit terlupakan. Sensasi yang agak ekstrem itu menyergap lidah saat kami menyantap bebek muda cabai hijau. Gulai itiak lado mudo adalah gulai daging bebek muda yang dilumuri cacahan cabe hijau. Saking banyak cabenya, seolah daging bebek muda itu bersembunyi dalam cabe.

Tapi walau berlimpah cabenya, rasa pedas itu hanya sebatas memanaskan bibir saja. Itu berbeda dengan pedas dari merica yang bisa bikin panas kerongkongan. Untuk meredam pedas, gulai bebek itu disajikan bersama potongan mentimun dan cacahan bawang merah. Setelah mengunyah mentimun dan bawang, pedasnya memang agak berkurang.

Warnita, pemilik warung Gulai Itiak Lado Mudo itu mengatakan sebenarnya usaha keluarga sudah dimulai sejak tahun 1968. “Saat ibu saya berjualan nasi pical. Sejak 1980 barulah kami buka usaha nasi bebek ini, langsung di Ngarai Sianok,” kata Ita, panggilan akrabnya.

Menurutnya, masakan gulai itik ini sangat pas dihidangkan dengan teh botol Sosro. “Percampuran antara rasa teh yang sedikit pahit serta hidangan sarat bumbu membuat lebih nikmat di mulut,” katanya.

Sebagai warung yang terkenal, pelanggannya bukan hanya dari kawasan Minang saja. Bahkan Ita bisa membedakan daerah aasal pelangganya hanya dari selera sajian teh botol sosro saja. “Lidah orang Minang dengan non-Minang beda. Bila orang Minang lebih suka menikmati teh botol Sosro dalam keadaan dingin atau sudah masuk lemari pendingin. Tapi untuk pengunjung dari luar Padang lebih suka teh botol Sosro tidak dingin, tapi dihidangkan dalam gelas dengan potongan es batu,” katanya.

Dalam satu hari libur, resto Ngarai bisa menghabiskan 4 krat teh botol Sosro buat tamunya. “Sedang saat liburan sekolah atau hari besar seperti Lebarang sanggup menghabiskan 10 krat per hari. Di hari bukan akhir pekan, sekitar 2 krat per hari,” imbuh Ita.***

7 thoughts on “Jelajah Kuliner Sumatera Barat

    • kami sekeluarga tak lupa mengucapkan puji syukur kepada ALLAH S,W,T dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor togel.nya yang AKI berikan 4 angkah 6359 alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI. dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI.. sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka main togel .
      yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi AKI SOLEH,,di 0823 1333 6747,, insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 175 juta, wassalam.
      makasih yang punya room….

  1. Thanks for posting such a terrific website. this blog was not just knowledgeable but also very inventive as well. There generally are a limited number of web owners who can produce specialized information that creatively. we look for articles about a subject such as this. I have gone in detail through many websites to find information regarding this.Keep composing in !!

  2. howdy, this is my first time i go to here. I discovered so many fascinating in your weblog particularly on the right way to decide the topic. keep up the awfullwork.

  3. I am planning on being a creative writing teacher for my Senior project. The problem is, I can’t think of a grade that kids start creative writing. I would rather deal with younger kids than older ones because in the end I want to give them a book of the classes collected works. I was thinking 3rd Grade, but I can’t remember when I started creative writing. Any and all help would be much appreciated. Thank you.🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s