Menuju Angke dengan Federal Tua

flyover
flyover

Sejak beberapa minggu di Jakarta, akhirnya bisa spedaan agak jauh. Biasanya hanya bersepeda kalau membeli makan atau ke ATM. Karena belum punya sepeda, akhirnya tanya kiri-kanan mencari sepeda pinjaman. Dapat dech di daerah Cipinang. Jumat siang (18/7), digenjotlah sepeda itu dari Cipinang ke Tebet.

Sepeda pinjaman itu diinapkan di Airputih, karena sesuai rencana esoknya akan start dari sana.

Sabtu (19/7), sekitar pukul 9.30 WIB, mulailah gowes menuju Suaka Margasatwa Muara Angke. Start dari Tebet, markasnya AirPutih bertiga: aku dengan federal, Nia dengan Monarch, dan Roim dengan Dominate.

Dari Tebet berjalan menuju timur, mutar di Stasiun Tebet, lalu menuju Jl Supomo. Sampai Pancoran sudah terasa capek, pasalnya Federal yang kugowes single speed. Dari Pancoran terus menyusuri Gatot Subroto hingga Slipi. Dari Slipi hingga Jembatan Lima lumayan stress, bersepeda diantara kemacetan ternyata menyebalkan.

Dengan penuh perjuangan, akhirnya sampai di Pantai Indah Kapuk dan masuk ke Kawasan Suaka Marga Satwa Muara Angke sekitar pukul 11.00 WIB. Rasa lelah terbayar oleh sejuknya pepohonan bakau, tingkah lucu monyet dan cicitan burung.

Di sana, saat itu ada puluhan anak kecil yang tengah mengamati berbagai jenis burung dengan pemandu para relawan dari Jakarta Green Monster (JGM).

Rejeki datang tatkala relawan JGM mempersiapkan makan siang. Nyam-nyam dech makan siang dengan sop kambing.

Setelah makan ternyata ngantuk datang menghampiri. Lalu cukup lama juga tertidur di bawah pohon.

Pukul 14.45 WIB, waktunya pulang. Kini kami bersepeda 4 orang, ditambah Bung Rayhan dari Kalibata yang saat start tertinggal. Menembus lalu-lintas Jakarta yang padat dengan bersepeda berempat ternyata mengasyikan. Menyusuri Pantai Indah Kapuk, Jembatan Lima, hingga Slipi tidak terasa.

Di jalan ada Si Om berkaos B2W hitam yang nyapa. Thx Om support-nya. Si Om itu akan menuju Kebon Jeruk. Salam kenal ya Om, dan terima kasih ajakannya ke Parung. Kalau daku punya sepeda sendiri tentu ikut.

Di Slipi, Rayhan memilih menembus Gatot Subroto untuk pulang ke Kalibata. Sedangkan kami bertiga memilih Pejompongan, Dukuh Atas, Halimun, Manggarai, dan berakhir di Tebet.

Semoga dalam waktu dekat ini bisa punya sepeda di Jakarta. Si Monster Putih biar menjadi monster di Cirebon saja. Kasian kalau dibawa ke Jakarta akan banyak makan polusi.***

7 thoughts on “Menuju Angke dengan Federal Tua

  1. Monster kelihatan agak menyedihkan ketika aku melihatnya sebelum aku diculik alien kemarin.
    niat untuk me rukyah (bener ga tulisannya?) si monster urung sudah, ketika tak kujumpai Monster di kandangnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s