GAM Susuri Lembah Ciremai

Menyusuri Gunung Ciremai dan bukit-bukit di sekitarnya menjadi aktivitas rutin GAM (Grage All Mountain). Minggu, 27 April 2008, komunitas pesepeda di Cirebon itu menyusuri bukit di dekat Waduk Darma, Kuningan.

Minggu pagi, 8 orang pegiat GAM itu berupaya keras menuju puncak bukit. Setelah berusaha keras mengayuh pedal dan diselingi mendorong sepedanya, akhirnya mereka berhasil melahap tanjakan sejauh 2 km. Bukan tanjakan biasa, tanjakan yang ditempuh itu penuh batu yang menyebabkan sepeda terseok-seok.

Merayakan keberhasilan membawa sepedanya melewati tanjakan itu, pegiat GAM membuka bekal. Apel, roti, kacang dan air minum memeriahkan perayaan itu.

Setelah cukup menganjal perut, pagiat GAM mulai menerobos turunan terjal berbatu yang diapit semak alang-alang. Tumbuhan berduri juga menghiasi jalur yang dilalui. Alhasil banyak pegiat GAM yang berpakaian alakadarnya menikmati perihnya duri-duri itu.

Lepas menyusuri turunan terjal berbatu penuh duri itu, perjalanan belum usai. Untuk mencapai jalan yang lebih manusiawi, ternyata harus menyusuri tebing. Bahkan harus angkat sepeda untuk melintasi sungai yang ada di pinggir tebing itu.

Lepas dari tebing, akhirnya menenukan jalan berbatu yang cukup nyaman untuk mengayuh sepeda. Namun, kenyamanan itu tak panjang, tanjakan terjal lagi-lagi menhadang. Buntutnya pegiat GAM harus mendorongnya hingga tanjakan usai.

Lepas tanjakan itu, akhirnya jalan datar berbatu di depan mata. Tanpa komando, mereka mengayuh sepeda dengan kecepatan tinggi. Tak lama, memasuki perkampungan dengan jalan beraspal.

Setelah sampai di Jalan raya Kuningan – Ciamis, pegiat GAM menuju Palutungan. Sebuah tempat wisata yang berada di lembah Gunung Ciremai.

Karena tiba pada saat makan siang, mie rebus pun menjadi santapan yang sangat nikmat.

Setelah beristirahat dan mengisi perut, aksi-aksi kecil GAM dilakukan. Om Iyan, Om Roy, dan Om Budi ajrut-ajutran di Palutungan.

Setelah puas, akhirnya GAM turun. Dengan menyusuri single track di pematang kebun bawang, hutan belukar dan sawah, akhirnya perjalanan GAM berakhir. Akhir perjalanan GAM Minggu itu di Sangkan Hurip, Kuningan.***

6 thoughts on “GAM Susuri Lembah Ciremai

  1. saya salah seorang masyarakat simeulue, sangat perihatin masih adanya Rumah yang tidak layak pakai lagi di pedalaman,mereka butu bantuan apaka KPA simeulue ada tatu tidak.

  2. kasusu koropsi masih meraja lelah di kabupaten simeulue, toloooong MATA kerja sama dengan LSM2 lainnya mengaudit anggaran belanja daerah simeulue mulai 2004-2009 s/d sekarang,banyak terdapat di deposito demi kepentingan diri pejabat dan instansinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s