Cirebon Ikut Rayakan Edarnya Ubuntu Terbaru

“Oh seperti ini yang namanya linux, seperti komputer di kantor jeh,” ucap Sunandar, pegawai Dinas Pertanian Kota Cirebon.Ucapan itu sampaikan bapak berusia 52 tahun setelah didaulat para peserta Gutsy Release Party (GRP) di Cirebon. Pada sesi tanya-jawab, Ia mengatakan bahwa dirinya sangat tidak akrab dengan komputer. “Saya hanya tahu komputer itu untuk mengetik, jadi apakah benar cara install Ubuntu itu mudah?” tanyanya.

Mendengar pertanyaan itu, panitia GRP Cirebon menjawabnya dengan meminta Sunandar untuk mencoba menginstall Ubuntu. Hasilnya, tak lebih dari dua puluh menit Ia yang mengaku tidak akrab dengan komputer mampu menginstall Ubuntu.

GRP di Cirebon yang merupakan bagian dari hajatan komunitas Ubuntu Indonesia yang digelar serentak di 11 kota, diselenggarakan di Rumah Pena yang merupakan markas Cirebon Information Technology Community (CITC). Walau hanya dipublikasikan sesuai dengan segala keterbatasan komunitas, GRP di Cirebon diikuti puluhan peserta. Selain dari para pegiat CITC dan para pengguna Ubuntu di Cirebon, peserta juga berasal dari kalangan mahasiswa, guru, hingga pegawai negeri dari Cirebon, Kuningan dan Indramayu.

Acara yang dibuka oleh Dedi Budi Darmawan, Ketua CITC itu diisi oleh presentasi Seluk-beluk Ubuntu, Gerakan Open Source serta pengenalan aktivitas komunitas IT Cirebon. Yang paling lama adalah proses tanya jawab dan install pada beberapa laptop peserta. Bahkan hingga pukul 20.00 WIB, masih tersisa satu laptop yang baru dibeli dan langsung dibawa ke GRP di Cirebon.

Asep Zulkarnaen, staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kuningan mengatakan bahwa pengenalan linux serta open source software itu jangan hanya pada saat Release Party saja. “Kami yang di kampung dan jauh dari Cirebon butuh bantuan dari orang-orang kota seperti di sini,” ucapnya.

Yang menarik dari Ubuntu ini, imbuh Asep, adalah kekuatan komunitasnya. “Siapa yang bisa membuat acara nirlaba sepert ini dan serentak di berbagai kota? Ini yang saya lihat sebagai persaudaraan sejati,” imbuhnya. “Minggu depan saya minta komunitas ini berkunjung dan berkampanye di Kuningan.”

GRP diselenggarakan untuk merayakan keluarnya suatu rilis Ubuntu setelah selama 6 bulan dikembangkan oleh para sukarelawan Ubuntu. Sebenarnya acara ini tidak hanya sekedar “party” secara harfiah (mempunyai bertujuan untuk membangun komunitas Ubuntu yang solid, ramah, tidak melulu “geek” dan menyenangkan), tetapi juga sebagai ajang kegiatan komunitas untuk mempromosikan Ubuntu dan FOSS (Free and Open Source Software) kepada publik.

Untuk semakin memasyarakatkan open source software dan semangat Ubuntu, bahwa kemanusiaan untuk semua orang maka Komunitas IT Cirebon akan melakukan pengenalan Ubuntu di Kuningan dan salah satu sekolah di Kota Cirebon dalam bulan November ini. ***

9 thoughts on “Cirebon Ikut Rayakan Edarnya Ubuntu Terbaru

  1. @ pandi merdeka
    Thx dukungannya, kami jadi bisa mempertahankan stamina yang kadang naik-turun.

    @ dian
    Biar tidak ketinggalan info, silahkan masuk situs citc.web.id dan mengikuti milisnya. Kami sedang memastikan tempatnya, di mana saja bisa yang penting spiritnya Ubuntu dan semangat open source dapat berkembang di Kuningan.
    Pasukan dan sumberdaya kami sangat sedikit, semoga dapat menyelesaikan download repo sebelum speedy memutus akses internet yang belum dibayar🙂

  2. aku di komp. mega endah, kalitanjung, kesambi, kodya cirebon. lalu gimana? eh ada ubuntu 8 muslim edition kgk? klo g ada gpp. tru brp hrg tu cd install?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s