CITC Perkenalkan Ubuntu Linux di Cirebon

Cirebon Information Technology Community (CITC) bersama komunitas IT di 10 kota lainnya secara serentak akan menyelenggarakan Gutsy Release Party (GRP). Release Party merupakan acara yang diadakan untuk memeriahkan kemunculan versi terbaru dari Ubuntu setelah selama 6 bulan dikembangkan para sukarelawan. Release Party ini diadakan oleh komunitas teknologi informasi di berbagai belahan dunia dengan cara dan budayanya masing-masing.Dedi Budi Darmawan, Ketua CITC mengatakan untuk menandai rilis terbaru Ubuntu, berdekatan atau tepat dengan tanggal rilis Ubuntu tersebut, beberapa komunitas di dunia umumnya mengadakan acara release party. “Acara ini sebenarnya tidak hanya sekedar “party” yang bertujuan untuk membangun komunitas IT yang solid, ramah, dan menyenangkan. Tapi juga sebagai ajang kegiatan komunitas untuk mempromosikan FOSS (Free and Open Source Software) kepada publik,” papar Dedi.

Pada perayaan rilis terbaru Ubuntu 7.10 (Gutsy Gibbon) kali ini, imbuh Dedi, CITC mengundang masyarakat luas yang ingin mengenal linux serta FOSS (Free/Open Source Software) pada acara GRP tersebut. GRP itu akan diselenggarakan pada Sabtu 3 November 2007 pukul 13.00 WIB di Sekretariat CITC, Rumah Pena Jl. Dr Sudarsono No 40A Cirebon. “Siapapun yang ingin mengenal dan minat pada teknologi informasi, silahkan datang pada acara yang digelar dengan gratis,” tambahnya.

Selain di Cirebon, Gutsy Release Party juga diselenggarakan secarab serempak dengan waktu yang bersamaan di 10 kota di Indonesia. Bali, Bandung, Bogor, Jakarta, Jember, Jogjakarta, Lhokseumawe, Semarang, Sinjai, dan Sukabumi merupakan kota-kota tempat digelarnya GRP.

Sebelumnya CITC juga menyelenggaran Pengenalan Aplikasi Grafis & Multimedia Open Source. Acara tersebut dimaksudkan agar pekerja desain grafis bisa berkarya tanpa melanggar hukum.

Iyan Kushardiansah, salahsatu anggota CITC mengatakan beberapa industri batik dan furniture telah menggunakan komputer untuk membuat desain atau memodifikasi motif yang lama. “Masalahnya, hingga kini masih banyak yang menggunakan aplikasi bajakan untuk mengembangkan usahanya. Tentunya itu dilakukan karena harga aplikasi legal sangat mahal,” ucap Iyan.

Padahal, pengunaan piranti lunak bajakan tersebut bisa menjerat para pengusaha dalam pelanggaran hukum terkait hak cipta. Iyan menuturkan, penggunaan aplikasi Open Source akan lebih baik bagi para pengusaha tersebut.***

6 thoughts on “CITC Perkenalkan Ubuntu Linux di Cirebon

  1. wahhh bener banget om bisa kena pelanggaran hukum… tapi konsumen yang berbicara… sampe sekarang aja pemerintah masih mpot mpotan memberantas buta huruf. so warnet yang pake linux konsumennya tentu aja semakin terbatas. mudah mudahan software linux yang dikembangkan dan akan segera di luncurkan ini punya interface yang lebih mirip windows, supaya ramah konsumen…cuma harapan lo mas. salam peace

  2. @udienz
    Oh sebelas kota ya. Lhokseumawe ternyata jadi juga, tapi di sana tanggal 7 Nov. Jadi yang serentak di teteb di 10 kota🙂

    @pandi merdeka
    Pengalaman saya, saat ini sudah banyak linux yang sangat manusiawi. Yang terbiasa pake Win$, akan sangat mudah jika menggunakan Ubuntu, eh linux🙂

    Silahkan datang ke tempat GRP terdekat dengan Anda untuk mencicipi Ubuntu. Tengok http://www.ubuntu-id.org/news/mari-berpesta-di-gutsy-release-parties

    untuk mencari lokasi yang terdekat.

  3. linux sekarang makin Power full….
    banyak kendala yang udah di selesaikan Linux.
    btw, kita akan mengadakan Trainning Gratis ttg Website 27 Nov 2007..
    kalau mau ikut, bisa daftar ke Binus center Bandung.jl.ciumbuluit.163.R5 depan Unpar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s