Media, Polisi dan Software Bajakan

Barusan saya membaca berita di Detik Surabaya berjudul Takut di Razia, Media di Kediri Ganti Software Asli. Radio Andika dan Radar Kediri merupakan media di Kediri yang menggunakan sistem operasi dari Microsoft secara legal.

Yang menarik, media di Kediri itu juga meminta semua komputer polisi software-nya harus legal semua. Dan kalau polisi tidak menggunakan software legal, mereka juga tidak akan menggunakan software legal.Dalam berita itu tidak dijelaskan apakah aplikasi yang digunakan juga diperoleh secara legal. Kalau saya berandai-andai radio itu menggunakan aplikasi yang legal semuanya, cukup besar juga biaya yang dikeluarkan radio dan koran di Kediri itu.

Jika radio dan koran di Kediri itu menggunakan software open source, saya rasa biaya yang dikeluarkan akan sangat murah. Mungkin agak sedikit repot membiasakan penggunanya. Tapi berdasar pengalaman saya, membiasakan bekerja dengan software open source sangat mudah. Setelah rekan-rekan kantor mencobanya sebentar dengan bimbingan, selanjutnya mereka bisa belajar sendiri.

Bagi pengelola radio, apa yang dilakukan KRUU FM perlu dicontoh. Mereka menggunakan Ubuntu sebagai sistem operasinya. Untuk menjalankan operasional radionya, mereka menggunakan berbagai aplikasi multimedia yang ada di dalamnya.
Rasanya para pengelola media, baik koran, radio, bahkan televisi perlu mengenal software-software open source. Dengan biaya yang minim mereka dapat bekerja secara legal. Selanjutnya media dapat menuntut polisi dan para penegak hukum lainnya untuk menggunakan software legal sebelum merazia.****

16 thoughts on “Media, Polisi dan Software Bajakan

  1. Kekuatan ubuntu adalah dukungan komunitasnya. Mari berbagi peran memasyarakatkan penggunaan ubuntu, eh open source software ke berbagai kalangan.

  2. I’m Ubuntu-er… jadi saya sudah mendukung ubuntu….Keep Legal.Setuju banget tuh…, kalau kita tuntut balik ke polisi dan para penegak hukum untuk memakai software legal (katanya sih mereka bilang dengan alasan untuk pelayanan masyarakat…bisa2 aja alasannya, bajakan tetep bajakan).

  3. Ini penyakit bangsa “kecuali”. Saya akan coba pelajari Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual. Kalau ada pengecualian terhadap polisi mari kita tinjau ulang Undang-undang itu.

    Be Legal!

  4. *kompormode*
    Jadi kapan nih bikin tim support buat radio2 dan media2 di Cirebon untuk migrasi ke Opensource?

    hehe….

  5. Om Himura, segera kita akan bekerja!
    Kayaknya kita akan menuju supporter open source bagi media🙂
    Korbannya dari radio, koran dan TV kan sudah ada.

    Semoga markas di Cirebon segera selesai direnovasi, biar kita bisa bertemu, bergaul, dan berkarya.

  6. Terima kasih.
    Mari kita berbagi peran dalam gerakan open source di Indonesia. Agar teknologi murah dan legal dapat dinikmati lebih banyak orang.

  7. permasalahannya:
    0. sohib saya kebanyakan kerja di video shoting(manten), percetakan, nah saya sendiri kerja di tipi lokal, banyak yg nanya saya masalah linux itu cuman yg jadi masalahnya
    1. saya blom tahu sopware apa nyang digunakan untuk Video Editing di linux yg sekelas Sony Vegas, Adobe Premiere, Ulied.(untuk video shoting dan editing di tipi)
    2. juga untuk app sekelas corel (untuk percetakan)
    3. kalo adobe photosop=gim/gimshop

    trim’s
    masih katrok di linux
    kediri[at]jatim[at]id😀

  8. memang aneh kalau saat ini masih banyak sekolah-sekolah atau tempat kursus yang memberikan pelatihan Office menggunakan Mikocok Office😀 .. padahal sudah sangat banyak sekali perusahaan besar memangkas biaya pembelian mikocok office dan diganti dengan open office..

  9. @dani iswara
    Mari menggunakan yang legal. Mau membeli Windows silahkan. Mau menggunakan linux, hayu! Anda bebas memilih.

    @zahris
    Kurikulum di sekolah kan masih didominasi Mikocok. Bahkan mereka mendukungnya dengan memberi toleransi jika sekolah menggunakan bajakan. Dengan harapan, nanti siswanya sudah terlanjur akrab dengan produk mereka. Jadi, mikocok lagi yang diuntungkan.

    Beberapan rekan pegiat open source telah merintis pembuatan kurikulum open source untuk sekolah-sekolah. Tujuannya agar siswa tidak menjadi pecandu mikocok. Yuk ah kita bantuin.

  10. Mungkin kita perlu memberikan saran buat DepDikNas kita supaya mengharuskan Open Source bagi sekolah2 yang “kalo gak salah” banyak yang ketinggalan karena anggaran untuk pendidikan banyak yang kena sunat. Klo open source dipupuk, pasti deh akan bermunculan programmer-programmer open source dari sekolah kita di kampung untuk memperkaya software hebat untuk open source. Klo negara sekelas Jerman bisa, kenapa Indonesia tercinta gaptekkkk.

  11. setuju,
    be legal or FOSS.
    Untuk diknas kayaknya dah ada distro sendiri depdiknux (kalo gak salah) turunan knoppix, cuman pas link nya dibuka koq gak ada ya😀 entah masih under devel / kurang serius

    salam,
    Be-SD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s