Menjadi Etalase Bisnis Ciayumajakuning

Kini internet telah menjadi etalase bagi orang sebelum membeli barang. Ia akan mencari informasi sebanyak mungkin, mulai dari jenis hingga harganya. Pemasaran Internet atau e-marketing adalah segala usaha untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa menggunakan media Internet. Kata e dalam e-marketing ini berarti elektronik yang artinya kegiatan pemasaran yang dilaksanakan secara elektronik lewat Internet.

e-marketing umumnya meliputi pembuatan produk periklanan, pencarian prospek atau pembeli dan penulisan kalimat-kalimat pemasaran atau copywriting. e-marketing ini secara umum meliputi pembuatan desain web (web design), periklanan dengan menggunakan banner, promosi perusahaan lewat mesin pencari informasi (search engine), surat elektronik (e-mail), periklanan lewat e-surat (email advertising), pemasaran afiliasi (affiliate marketing), advertensi interaktif (interactive advertising), dan lain-lain.

Bagi para pengusaha atau perajin di Ciayumajakuning, untuk dapat melakukan e-marketing tidak perlu repot. Anda tidak perlu membuat website dan melakukan pemasaran elektronik sendiri. Kini telah ada lembaga non pemerintah yang didirikan dan difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cirebon yang dapat menjadi etalase bisnis Anda di internet. Lembaga tersebut bernama Cirebon Promotion Centre (CPC), atau Pusat Promosi Cirebon.

Cirebon Promotion Centre didedikasikan menjadi pusat informasi bagi pengembangan Potensi Ciayumajakuning. Berbagai informasi produk dan objek wisata di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan ditampilkan pada website, http://www.cirebon.info/. Melalui website itu, para pembeli maupun wisatawan dari dalam dan luar negeri dapat mengetahui produk unggulan dan objek wisata di Ciayumajakuning. Jika mereka tertarik, mereka tidak akan sungkan untuk datang dan membelinya.

Selain mengelola website sebagai sarana pemasaran di dunia maya, Cirebon Promotion Centre juga membawa para pengusaha dan perajin berpameran. Bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cirebon, mereka mengikuti pameran regional dan nasional.

Misi utama Cirebon Promotion Centre ada tiga. Pertama, memfasilitasi Komunikasi pengusaha, pengrajin dan seniman. Kedua, memberdayakan dan mengembangkan produk komoditi masyarakat kota cirebon dan Ciayumajakuning. Ketiga,meningkatkan wacana kemitraan antar anggota Cirebon Promotion Centre dan pihak lain.

Dengan misinya tersebut, Cirebon Promotion Centre dapat menjadi katalisator peningkatan investasi dan perkembangan pasar bagi Ciayumajakuning. Untuk mewujudkannya, tentu saja Cirebon Promotion Centre jangan disuruh berjalan sendirian. Pemerintah, swasta, akademisi dan berbagai pihak di Ciayumajakuning harus ikut mendukung. Bentuknya dapat bermacam-macam dan sesuan dengan kapasitasnya.

Pemerintah mendukungnya dengan menjaga keberlangsungan dan perkembangannya. kalangan swasta mendukung dengan ikut serta menjadi anggota aktif. Dan akademisi memberikan hasil-hasil penelitian untuk diaplikasikan dan dipublikasikan olen Cirebon Promotin Centre.

Jika investasi dan pasar produk Ciayumajauning meningkat, tentunya roda perekonomian ikut meningkat. Pada muaranya akan meningkatkan kesejahteraan warga Ciayumajakuning. Mari jadikan Cirebon Promotion Centre sebagai etalase bisnis Ciayumajakuning.****

7 thoughts on “Menjadi Etalase Bisnis Ciayumajakuning

  1. Cirebon Punya Identitas “Berbasis Keraton”

    Premis A:
    “Pemahaman Batin Kita Bukan Tidak Pernah Gagal, Mereka Yang Hari Ini Telah Terbuka Menjadi Suluh Yang Menerangi Reputasi Orang-Orang dan Buku-Buku Dengan Setetes Budi”

    Premis B:
    “Ingsun Titip Masjid Lan Fakir Miskin”

    Silogisme :

    Bahwasannya makna “Masjid” atau “Pesantren” sebagai pusat aktifitas masyarakat Cirebon menurut “Arkeologi Kota Kuno(Cirebon)” diambil dari pengertian yang menjelaskan pengelompokkan manusia secara kualitas individu, yaitu “Umara dan Ulama”. Dengan demikian, implikasi implisit dari model hubungan semula secara reflektif “Masjid Ulama” dan “Pemerintah Umara” harus dikaitkan secara Utuh. Karena, Menjaga Masjid dalam mengembangkan nilai dasar yang melandasi peradaban dengan lebih memperhatikan dan menghargai Nilai-Nilai Keilmuan para “Ulama” serta menjadikan nilai-nilai Ilmiah (Agama maupun Umum) sebagai Cara Pandang Masyarakat Cirebon. Hal ini juga mengandung pengertian Menjaga Lingkaran Pemerintahan dalam menjalankan fungsinya sebagai Khalifah yang dipercayakan padanya kekuasaan untuk memberikan dukungan sebesar-besarnya bagi peningkatan Taraf Kecerdasan Masyarakat Cirebon, mulai dari Melek Huruf –> Melek Angka –> Melek Logika. Insya Allah Peradaban Masyarakat berbasis kompetensi yang diterapkan secara bertanggung jawab lebih mungkin untuk terwujud.

    Bahwasannya makna “Fakir Miskin” atau “Dhuafa” sebagai kelompok mayoritas pembentuk struktur masyarakat secara kependudukan menurut “Struktur Masyarakat Modern (Urban)” diambil dari pengertian pengelompokkan manusia secara kuantitas kepemilikan yaitu ” Aghniya dan Dhuafa”. Dengan demikian, implikasi implisit dari model semula secara transformatif “Aghniya Pengusaha” dan “Dhuafa Rakyat Kecil” harus dikaitkan secara utuh. Karena, Menjaga Pasar dalam mengembangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang melandasi pertumbuhan ekonomi dengan lebih memperhatikan Nilai-Nilai Ekuitas para “Enterpreuneur” serta menjadikan nilai-nilai kompetitif (Bersaing dan Bekerjasama)para “Enterpreuneur” sebagai Cara Bekerja Masyarakat Cirebon. Hal ini juga mengandung pengertian Menjaga Lingkaran Korporasi dalam menjalankan fungsinya sebagai Produsen Barang atau Provider Jasa yang dipercayakan padanya sumber daya untuk memberikan dukungan sebesar-besarnya bagi peningkatan Taraf Kesejahteraan Masyarakat Cirebon, mulai dari Employee –> Bussines Owner –> Investor. Insya Allah Peradaban Masyarakat berbasis pertumbuhan yang diterapkan secara berkelanjutan lebih mungkin untuk terwujud.

    Kesimpulan :
    Menjaga MASJID Dari “Umara” yang “Khianat” dan Menjaga FAKIR MISKIN Dari “Aghniya” yang “Serakah”. Merupakan Bagian Lain Dari Balik Peran “Topeng” Cirebon Yang Akan Menghantarkan Pada Tercapainya Tujuan Program “Cirebon Raya” atau “Ciptakan Masyarakat Kota Cirebon yang Sejahtera dan Berdaya”. Untuk Melengkapi Identitas Peradaban Masyarakat Berorientasi “Ulama” dalam pengertian Religiusitas dan “Fakir Miskin” dalam pengertian Komunitas yang telah dikenal sebagai Karakter Dasar Cirebon selama ini. Dan Nilai-nilai “Ksatria” para “Elang” dan “Patih” Keraton atau “Orang-Orang Cirebon Yang Telah Terbuka” , adalah Harapan Baru Yang Telah Membuka Kembali Lembaran Mimpi “Izzul Islam Wal Muslimiina” dalam Konteks “Rahmatan Lil ‘Aalamiina”.

    NB: Cirebon Memang Agak Pemalu Menunjukkan Identitas Sebenarnya Selama Ini, Bukan?…… Semangat!!!

  2. promosi apa saja yang sudah dilakikan pemerintah cirebon untuk mengembangkan potensi wisatanya. sayang sekali jika tidak dikembangkan, padahal potensi untuk menjadi DTW sangat besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s