Kuningan, Sumber Kehidupan yang Memikat

CIREBON dan Indramayu telah mengalami masalah serius. Kota di pesisir utara Pulau Jawa ini kerap kekurangan air. Padahal air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting. Perannya dibutuhkan dalam berbagai hal. Mulai dari kebutuhan manusia, bercocok tanam, hingga proses produksi pabrik.

Selama ini kebutuhan air Cirebon dan Indramayu sebagian besar dipasok oleh Kuningan. Tentunya kerjasama antar daerah di Ciayumajakuning harus terus ditingkatkan. Sehingga roda ekonomi di semua daerah dapat berjalan. Tentunya bermuara pada peningkatan kesejahteraan warganya.

Kelangsungan sumber air di Kuningan harus dijaga. Jangan sampai, air yang merupakan aset penting Kuningan hilang. Menjaganya sumber air tersebut dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan alam. Gunung tetap hijau dan pembangunan disesuaikan kondisi alam.

Selanjutnya Kuningan jangan sampai menjadi daerah industri yang menggusur sumber daya alam. Jangan sampai ada pabrik besar yang menggusur sawah. Dan jangan sampai ada pusat perbelajaan yang menggusur hutan.

Untuk mengisi kas keuangan daerah Kuningan perlu memposisikan diri sebagai daerah wisata. Tentunya wisata yang ramah lingkungan. Sehingga mampu menjaga ketersediaan air, sebagai aset utamanya.

Kuningan yang berada di lereng Gunung Ciremai ini memiliki banyak objek wisata memikat. Karakternya juga sangat beragam.Wisatawan dapat menikmati museum bersejarah, desa adat, taman purbakala, dan wisata air.

Jarak antar objek wisata juga sangat dekat. Sehingga dalam waktu beberapa hari wisatawan dapat menikmati semuanya. Sehingga sangat memudahkan bagi wisatawan yang mempunyai waktu terbatas.

Untuk wisata sejarah, Kuningan punya Linggarjati. Gedung Perundingan Linggarjati yang merupakan saksi perjuangan bangsa Indonesia. Lokasinya berada di Desa Linggarjati Kecamatan Cilimus. Jarak dari pusat Kota Kuningan sekitar 14 km, dan 26 km dari kota Cirebon.

Pada November 1946 di Linggarjati terjadi perundingan antara pemerintah Indonesia dengan Belanda. Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir dengan anggota A.K.Ghani Soesanto Tirtodiprodjo dan Mr. Mohammad Roem sedangkan Belanda diwakili Dr. Van Boer. Sebagai penengahnya adalah Lord Killearn dari kerajaan Inggris.

Untuk wisata air, selain taman rekreasi Linggarjati Indah yang tak jauh dari Gedung Linggrajati, Kuningan juga memiliki Waduk Darma, Balong Darmaloka, Cigugur, Cibulan, dan Telaga Remis.

Waduk Darma terletak di pinggir jalan lintas Cirebon – Kuningan – Ciamis. Di sini juga wisatawan dapat menikmati keindahan panorama Gunung Ceremai. Berperahu dan merasakan hembusan angin gunung merupakan sensasi yang dapat dinikmati di Waduk Darma. Taman rekreasi yang dilengkapi panggung hiburan juga sangat cocok bagi wisata keluarga.

Sedangkan Balong Darmaloka merupakan wisata ziarah. Ia terkait penyebaran Islam sejak zaman Wali Songo.

Adapun Cigugur merupakan kawasan yang memegang teguh adat budaya leluhur. Salah satu kegiatan adatnya yang terkenal adalah seren taun. Itu merupakan upacara sebagai wujud syukur kepada Tuhan.

Di Cigugur juga terdapat kolam renang yang unik. Kita dapat renang bersama ikan kancra yang dianggap keramat. Ikan berjuluk ikan dewa ini terdapat pula di Balong Darmaloka dan pemandian Cibulan. Di Cibulan, selain bisa berenang bersama ikan dewa kita juga dapat melihat tujuh sumur petilasan Prabu Siliwangi.

Sedangkan Telaga Remis menawarkan suasana khas alam pegunungan yang sejuk dan tenang. Nama telaga alami yang berada di lereng Gunung Ciremai itu berasal dari sejenis kerang yang hidup di sekitar telaga.

Selain wisata sejarah, air dan alam, Kuningan juga memiliki objek wisata purbakala di Cipari. Kawasan situs Cipari meninggalkan warisan manusia purba yang telah mengenal peradaban. Benda-benda prasejarah yang berusia ribuan tahun dapat kita temukan di sana. Di antaranya perkakas batu, gerabah, perunggu, menhir, undakan batu besar, fondasi bangunan, tempat penjualan, serta batu kubur.

Objek wisata yang beragam itu dapat dijadikan modal pembangunan Kuningan. Pilihan tepat telah diambil Pemerintah Kabupaten Kuningan. Visinya Sektor Pariwisata Menjadi Andalan Perekonomian Daerah Berdasarkan Sumber Daya Alam dan Budaya yang Lestari dan Agamis pada Tahun 2008.

Majunya wisata Kuningan, tidak hanya menambah kas daerah Kuningan. Tapi akan menjaga air, yang merupakan sumber kehidupan Cirebon dan Indramayu.***

4 thoughts on “Kuningan, Sumber Kehidupan yang Memikat

  1. ada isu menarik katanya cirebon mau jadi profinsi sendiri..ckckckck
    menanggapi tulisan ini makanya jangan lupa ajak2 kuningan kalo mo bikin profinsi ndiri…hehehehe

  2. Lam kenal…
    Selalu rindu dgn kuningan.. Terutama linggarjati…kampung halaman… Semoga pemerintah setempat dpt selalu memberikan yg terbaik bt kuningan… Amien..
    Semoga kt selalu ingat dgn para leluhur kuningan yg tlah berjasa banyak bt daerah kt… Maju n berkah bt kuningan…

    To admin: tq ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s