Berita Menduga-duga dan Sumber Anonim

Hari ini saya nengok Radar Cirebon, menemukan satu berita kriminal yang menarik perhatian saya. Bersama rekan-rekan di Cirebon saya sedang mengenalkan manfaat teknologi informasi ke berbagai kalangan. Dengan berita tersebut, kampanye semakin sulit.

Pada sebuah obrolan di Radar Cirebon tempo hari, seorang bapak hanya tahu bahwa internet adalah tempat gambar bugil. Karena ia mendapat kiriman gambar tersebut dari rekannya yang mengatakan bahwa gambar tersebut berasal dari internet. Akhirnya di benak si bapak itu, internet isinya gambar
bugil saja.

Celakanya, sekolah di mana si bapak itu menjadi pengurus Komite
Sekolah akan membangun fasilitas internet. Jadi terhambat deh
pengenalan internet di sekolah tersebut. Karena pengurus komite sekolah menganggap internet sumber pornografi.

Yuk ah mari jelaskan manfaat teknologi informasi ke berbagai kalangan.

Ciuman di Warnet Terekam Kamera
Ketahuan karena Desahan Suara

CIREBON – Dugaan bahwa warung internet (warnet) biasa digunakan sebagai tempat mesum, rupanya benar adanya. Kemarin (12/6) misalnya, dua remaja beda jenis kelamin ketahuan bermesum ria di sebuah warnet di Jl Dr Wahidin, Kota Cirebon. Keduanya diketahui melakukan kontak fisik berupa ciuman, dan tangan sang pria meraba-raba tubuh sang wanita.

Adegan dua remaja mesum itu berhasil terekam kamera handphone (HP) milik salah seorang pengunjung warnet dengan durasi sekitar 10 menit. Menurut GN, salah seorang saksi yang melihat langsung adegan tersebut, adegan mesum itu diketahuinya secara tidak sengaja setelah dirinya mendengar desahan suara wanita dari bilik warnet yang bersebelahan dengan dirinya.

Karena penasaran, GN lalu melihat dari lubang bilik warnet. “Setelah diintip, keduanya sedang berciuman dan saling meraba. Kemudian teman saya mengambil gambar adegan itu melalui HP. Dan sekitar pukul 15.30 dua pasangan itu meninggalkan warnet. Dua orang itu saya lihat masuk ke warnet sekitar pukul 14.00,” ujar GN kepada wartawan.

Masih menurutnya, kedua pasangan tersebut diduga mahasiswa. “Kalau lihat penampilannya, keduanya diduga adalah mahasiswa. Dan juga saya menduga mereka sering mengunjungi warnet ini,” tambah GN.

Sementara menanggapi adanya kasus tersebut, Mashuri Wahid salah seorang pengguna warnet meminta agar pemilik warnet memperketat pengawasan. “Pihak kepolisian juga harus melakukan razia ke warnet-warnet yang ada di Kota Cirebon. Bukan tidak mungkin di tempat yang lain juga seperti itu,” usul Mashuri. (rdh)

Kalimat pertama berita tersebut bagi saya mengganggu. “Dugaan bahwa warung internet (warnet) biasa digunakan sebagai tempat mesum, rupanya benar adanya.”

Siapa yang menduga seperti itu?

Berikutnya berita tersebut berisi dugaan-dugaan lainnya. Dan dugaan itu datang dari sumber anonim, GN. Setahu saya penggunaan sumber anonim itu sangat ketat. Dan sebisa mungkin harus dihindari. Tujuannya agar kredibilitas berita terjaga. Menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, terdapat tujuh kriteria sumber anonim:

  1. Sumber tersebut berada pada lingkaran pertama “peristiwa berita” yang kita laporkan.
  2. Keselamatan sumber tersebut terancam bila identitasnya kita buka.
  3. Motivasi sumber anonim memberikan informasi murni untuk kepentingan publik.
  4. Integritas sumber harus Anda perhatikan.
  5. Harus seizin atasan Anda.
  6. Sumbernya minimal dua orang.
  7. Perjanjian keanoniman. Ia akan batal dan nama mereka akan dibuka ke hadapan publik, bila kelak terbukti si sumber berbohong.

11 thoughts on “Berita Menduga-duga dan Sumber Anonim

  1. Menarik….
    Tapi menurut saya, bukan siapa sumber yang penting. Tetapi apa yang diberitakan dan apa tujuannya. Kesalahan pandangan terhadap INTERNET membawa dampak negatif. Seandainya setiap pengguna INTERNET menganggap bahwa INTERNET itu adalah sarana penting demi sebuah nilai positif yang dia kejar, peristiwa seperti di atas tidak akan terjadi.
    Jadi, usaha yang harus ditempuh sekarang adalah mengurangi persepsi yang terlalu negatif terhadap internet.
    Saya mempunyai beberapa teman yang hobinya duduk di warnet. Tujuan mereka berbeda-beda. Ada yang seharian duduk di depan komputer di warnet tersebut sibuk edit website, memasukan artikel, mengirim komentar sehingga dia asik sendiri dan lupa waktu. Ada juga yang seharian duduk di sana dengan kesibukan membaca berita aktual dan mencari artikel-artikel menarik. Ada yang seharian duduk di sana dengan kesibukan CHATTING DOANG. Ada juga yang seharian duduk di sana dengan sebuah eksternal harddisk 40GB asik mendownload gambar dan video porno.
    Menurut saya positif semua bukan? Karena semua berguna pada porsinya masing-masing. Memang eksistensi internet itu sendiri adalah tempat memperoleh informasi dari informasi yang membawa ke neraka sampai ke informasi yang membawa ke surga hehehehehe………
    Sekarang, tergantung siapa yang mencari informasi. Dia mau apa?

  2. wah kalau soal mesum di warnet udah dari dulu kali ada, apalagi warnet yang privasi tinggi, patut dicurigai tuh.

  3. wah… kalau seperti itu yang ada di Benak semua Bapak” or ibu” bisa” makin banyak yang gak kenal Internet😀

    btw… salam kenal bang😉

  4. @ikram
    Sama daku juga penasaran tuh. Dan parahnya, menurut pengakuan dari yang direkam peristiwa itu terjadi tahun 2006. Tapi di berita Radar pada edisi 13 Juni 2007 ditulis dengan jelas peristiwa terjadi kemarin (12/6). Artinya terjadi 12 Juni 2007.
    Aku belum menelisik lebih jauh, tapi jangan sampai itu merupakan berita bohong’ setidaknya tanggal peristiwa. Apalgi menggunakan sumber anonim.

    Satu hal lagi yang harus disadari wartawan adalah dampak berita itu. Menurut pengakuan pria yang direkam,melaui email dan telepon, ia sempat kaget dan berniat bunuh diri setelah membaca berita itu. Celakanya berita itu juga dilengkapi foto perempuan dalam rekaman itu. Tentunya dampaknya akan sangat terasa bagi pihak yang direkam.

    Duh…Terapkan dong standar jurnalistik yang paling dasar, verifikasi!

    @asalomong dan Gianto
    Yup..Jangan sampai di benak orang yang belum kenal internet, citra internet sangat buruk.

    Salam kenal untuk semua. Mari ah kita kampanye internet sehat dan mengajak semua orang mengenal internet untuk meningkatkan wawasan dan membantu aktivitas sehari-harinya.

  5. Beritanya bukan hanya dimuat di Radar Cirebon saja. Tapi juga ada di media cetak yang terbit di Jakarta dan TV.

    Agar standar kerja jurnalistik diterapkan dengan benar, peran masyarakat juga diperlukan. Masyarakat dapat melakukan koreksi, agar media dapat berhati-hati.

    Tapi ingat, jangan diserbu kantor redaksinya atau memukuli wartawannya:)

  6. Saya mempunyai beberapa teman yang hobinya duduk di warnet. Tujuan mereka berbeda-beda. Ada yang seharian duduk di depan komputer di warnet tersebut sibuk edit website, memasukan artikel, mengirim komentar sehingga dia asik sendiri dan lupa waktu. Ada juga yang seharian duduk di sana dengan kesibukan membaca berita aktual dan mencari artikel-artikel menarik. Ada yang seharian duduk di sana dengan kesibukan CHATTING DOANG. Ada juga yang seharian duduk di sana dengan sebuah eksternal harddisk 40GB asik mendownload gambar dan video porno.
    Menurut saya positif semua bukan? Karena semua berguna pada porsinya masing-masing. Memang eksistensi internet itu sendiri adalah tempat memperoleh informasi dari informasi yang membawa ke neraka sampai ke informasi yang membawa ke surga hehehehehe………
    Sekarang, tergantung siapa yang mencari informasi. Dia mau apa?

    wah RADAR CIREBON payah tuh….
    JANGAN BELI KORANNYA…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s