Indramayu Memikat dengan Perijinan Terpusat

Pertumbuhan investasi di Jawa Barat terus mengalami peningkatan. Hingga triwulan I 2007, nilai investasi mencapai Rp5 triliun. Pada 2006 nilainya mencapai Rp18,5 triliun. Untuk tahun 2007 ini, Jawa Barat menargetkan investasi yang masuk mencapai Rp27 triliun. Rp21 triliun diharapkan berasal dari investor asing dan dalam negeri. Sedang sisanya investasi kalangan rumah tangga dan industri kecil menengah.

Investasi asing di Jawa Barat hingga kini masih belum terserap secara merata di seluruh wilayah. Penyerapannya hanya terkonsentrasi di daerah yang dinilai potensial oleh para investor. Daerah potensial tersebut antara lain Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Kabupaten Bandung, serta Kota Bandung.

Untuk meningkatkan investasi tersebut pemerintah provinsi akan menyederhanakan proses perizinan melalui penerapaan pelayanan satu atap di tiap kota/kabupaten.

Apa yang hendak dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ternyata telah dilakukan Indramayu.

Indramayu merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Pesisir Utara Jawa Barat. Didirikan oleh Raden Aria Wiralodra, putra Tumenggung Gagak Singalodra dari Bagelen Jawa Tengah. Pada hari Jumat Kliwon, 1 Muharram 934 H, yang menurut kalender masehi adalah tanggal 7 Oktober 1527, tanggal tersebut resmi ditetapkan sebagai hari jadi Indramayu.

Wilayah Kabupaten Indramayu seluas 204.011 Ha dengan panjang pantai 114 Km dan banyak ditumbuhi hutan Mangrove. Indramayu dikenal sebagai lumbung padi mengingat 58,27 % dari luas wilayahnya merupakan areal persawahan. Ia dikenal juga sebagai produsen ikan laut, karena dari seluruh produksi ikan laut Jawa Barat sepertiganya berasal dari Indramayu.

Selain terkenal sebagai penghasil Buah Mangga, Indramayu juga memiliki potensi wisata yang lengkap, baik wisata Alam, Wisata Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Wisata Argo dan Wisata Rohani. Selain itu upacara adat Ngarot, Nadran, Ngunjung, Sintren, Tarling dan Genjring Akrobat menjadi tradisi budaya yang memikat.

Kekayaan sumber daya alam dan keramahan masyarakat tersebut menjadi modal pembangunannya. Namun yang tak kalah menarik adalah kemudahan mengurus perijinan dan kepastian hukum. Dalam hal ini Indramayu telah melakukan reformasi. Di sana telah terbentuknya Pelayanan Perijinan Terpusat, atau layanan satu atap. Di sana kita dapat menyelesaikan 43 jenis perijinan dengan proses sangat mudah, murah dan cepat.

Rentang waktu proses perijinan itu juga telah ditetapkan. Paling cepat adalah membuat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang membutuhkan waktu tiga hari. Sedangkan yang paling lama adalah ijin membuat rumah sakit yang membutuhkan waktu maksimal 30 hari.****

10 thoughts on “Indramayu Memikat dengan Perijinan Terpusat

  1. ya..
    Kepastian hukum dan berbelitnya layanan perizinan membuat investor malas beraktivitas di Indonesia.

    Sampai kapan kondisi ini terjadi?

  2. menurut saya yang tingal di indramayu, walaupun bukan orang indramayu, tapi saya mau memajukan indramayu.dengan masalah perizinan yang terpusat di dinas PMD, bukan malah jadi lebih cepat, karena menurut saya orang2 yang ada di dinas PMD tidak mempunyai kompetensi untuk bidang PMD. yang di inginkan adalah pelayanan publik yang cepat,tepat dan cermat,malahan jadi ajang tempat korupsi, karena di dinas PMD ini uang setan begitu banyak beredar, bagi yang tidak kuat iman, akan jadi pecundang di dunia dan akhirat karena telah memakan uang rakyat…azab balasannya…mauuuuuuuu!!!!!

  3. Aku juga bangga sekarang, padahal kemarin kenapa sih,, imagenya segitu ancur, tapi kalau kata aku, orang yang ngomong kaya gitu belum pernah dan paham betul dengan keadaan yang sesungguhnya.
    aku anak indramayu yang sekarang di bandung.
    aku kan berusaha menjadi remAJa indramayu yang bisa dibanggakan.
    lihat lah apa yang akan ku berikan tuk kotaku tercinta beberapa tahun kedepan.
    bung yance aku adalah utusanmu yang tengah berjuang membawa bendera indramayu

  4. Wa juga mw gabung nich wa bener2 tertarik dengan perkembangan IT di indramayu yang sangat pesat bahkan lebih pesat dari kota cirebon…

    VIVA IT indramayu pasti berjaya… duh wa pernah ke indramayu tpi kepantai dekat pangkalan bensin aja… ckc… coz baru pertama kalinya tuh ke indramayu… indramayu tempat yang ramenya dimana nich… nanti wa mw kesana..

    Kita kembangkan IT dan tinggalkan masa lalu yang penuh dengan kegaptekkan…

  5. Terima kasih bung Asep atas infonya. Perkenalkan saya Yana Ismayana, tinggal di Bandung.

    Saat ini pelayanan perizinan terpusat telah bermetamorfosis menjadi Badan Penanaman Modal dan Perizinan, setelah sebelumnya bernama Dinas Perizinan dan Penanaman Modal. Perubahan tersebut dalam rangka menyesuaikan dengan peraturan yang ada. Mekanisme pelayanan pun telah diperbaiki, sekarang pengurusan perizinan paling lambat hanya 14 hari. Kenyataannya banyak izin yang diselesaikan kurang dari 14 hari.

    Saya bangga dengan hasil yang dicapai Indramayu, meskipun saya bukan orang Indramayu dan sampai saat ini sama sekali tidak ada kepentingan bisnis di Indramayu. Tetapi saya senang membantu Indramayu untuk mencapai kemajuan dan kemandirian.

    Kepada warga Indramayu di manapun berada, hendaknya agar terus mengawasi pelayanan perizinan tersebut, agar tetap konsisten demi memajukan kalangan pengusaha dari warga Indramayu sendiri.

  6. Perijinan satu pintu sudah menjadi agenda nasional. Sudah lebih dari 350 pemda yg menerapkan sistem ini. Tinggal kita lihat pelaksanaannya.
    Salam dari blogger ciayumajakuning juga..🙂

  7. Seberapa efektif ya sistem “instant” seperti itu?
    Sepertinya jadi tema menarik utk TA-ku…
    Salam Wong Dermayu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s