Mengemas Satu Pasar Wisata Ciayumajakuning

Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) merupakan satu dari delapan kawasan andalan di Jawa Barat yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan tersebut maupun sekitarnya. Dalam rencana besar Jawa Barat, Ciayumajakuning diarahkan menjadi kawasan agribisnis yang didukung sektor industri, perdagangan dan jasa, perikanan laut dan darat, pertanian tanaman pangan, kehutanan, perkebunan dan peternakan dengan meningkatkan fungsi pelabuhan.

Meski kedengaran berbau ekonomi, semua aspek tadi mengandung pula unsur budaya yang potensial dalam pengembangan wisata. Promosi wisata akhirnya memang tidak bisa dilepaskan dari potensi ekonomi juga. Promosi wisata hanya bisa laku jika ada potensi ekonomi-budaya, dan sebaliknya penguatan ekonomi serta pelestarian budaya juga akan diperkuat oleh promosi wisata.

Dalam kaitan pengembangan wisata, kota dan kabupaten di Ciayumajakuning tidak hanya perlu bekerjasama antar daerah, tapi juga memadukan beberapa sektor kegiatan hidup: ekonomi dan budaya.

Dalam beberapa tahun terakhir, orang mengenal apa yang disebut paket wisata: beberapa obyek wisata dipadukan dalam satu kemasan tujuan wisata. Konsep ini perlu pula dikembangkan di Ciayumajakuning.

Meski banyak memiliki situs wisata sejarah dan budaya, Cirebon perlu memahami bahwa jarang wisatawan—terutama wisatawan yang datang dari jauh termasuk mancanegara—datang untuk satu tujuan wisata. Hal serupa berlaku untuk Majalengka atau Kuningan. Orang tidak hanya datang untuk wisata lingkungan atau agrowisata.

Beberapa jenis dan situs wisata Ciayumajakuning perlu dikemas sekaligus dalam satu paket: wisata sejarah, arsitektur, alam, lingkungan, kerajinan, outdoor, hiburan. Dengan cara ini biaya promosi dan pemasaran wisata menjadi lebih murah dan potensial ketimbang sendiri-sendiri. Dari sisi wisatawan, paket wisata yang beragam secara sekaligus juga lebih menarik.

Tiap daerah perlu mengembangkan keunikan obyek dan jenis wisata. Namun, dalam sinergi, beberapa daerah tidak perlu bersaing, tapi justru memperkuat satu sama lain.

Kabupaten Kuningan, misalnya, bisa menjadi contoh bagus dalam menggali keunikan wisata dan mengeksplorasi jenisnya. Kuningan kini telah menekankan daerahnya menjadi sasaran wisata pertanian dan lingkungan (ekowisata), mengingat daerah ini memiliki lingkungan alam yang menarik. Salah motto yang dipromosikan di sana adalah: “The Wonderful of Nature and Culture” (Pesona Alam dan Budaya).

Beberapa LSM Kuningan kini bahkan sudah membantu masyarakat mengembangkan beberapa jenis wisata yang unik: wanafarma (hutan obat) dan agroforestry di Gunung Ciremai.

Kawasan hutan di Kuningan, misalnya, menyimpan keanekaragaman flora dan fauna, alam yang asri dan udara yang sejuk. Sementara, kawasan Palutungan mempunyai pemandangan alam yang indah serta lingkungan yang asri sangat cocok bagi mereka yang senang keindahan alam yang masih asli.

Wisata yang dikembangkan di sana adalah agrowisata, dengan melibatkan wisatawan ke dalam proses usaha tani mulai dari prapanen sampai pasca panen. Komoditi agrowisata yang sekarang sedang dan akan dikembangkan diantaranya adalah budidaya tanaman apel, murbei dan nilam. Mereka juga mengembangkan wisata pengetahuan dalam bidang vulkanologi, ekologi, konservasi, hidrologi, geografi, geologi, outbound dan pertanian; wisata mendaki Gunung Ciremai; wisata olahraga yang dapat dirancang sesuai dengan kondisi medan antara lain offroad, gantole, berburu dan motor cross; serta wisata berkemah.

Majalengka juga perlu misalnya mengeksplorasi obyek wisata yang unik untuk daerahnya sambil mendorong perkembangan ekonomi yang sesuai untuk kabupaten itu. Sebagai daerah pertanian, kabupaten ini menekankan pada agrowisata. Kabupaten ini bersumpah pada 2010 menjadi kabupaten termaju dalam bidang agribisnis di Provinsi Jawa Barat.

Dengan memadukan diri, Ciayumajakuning memiliki potensi wisaya yang jauh lebih beragam dan sangat kaya.***

7 thoughts on “Mengemas Satu Pasar Wisata Ciayumajakuning

  1. eh iya ak bru bca neh.. lg liat2 ttng majalengka. majalengka mah ga ada wisata yg dirawat. msh kalah dgn kuningan mah. akses jalan ke tmpt wisata dimajalengka pada rusak. jd org pun males dtng. kmha ath.. jd wae ga maju.. pdhal bnyk wisana nu indah dimajalengka. klo dikelola dgn benar pasti maju. tp mungkn ga ya skrg2 ini bs maju. tp kynya nunggu ak jd bupatinya ya he he he

  2. aku pernah jalan2 ke curug Apuy di Maja, kalo dibandingkan dengan objek wisata lain di sekitar Ciayumajakuning sebenarnya gak kalah menarik, tapi koq jarang sekali orang yang tahu ada curug di Apuy.
    Mungkin Majalengka perlu lebih mem-promosikan potensi wisatanya kali..

  3. setuja abdi mah ka program ciayumajakuning. salaku urang Majalengka asli, abdi mah ngadukung pisan sangkan wisata-wisata di majalengka dikembangkeun jeung di kenalkeun ka masyarakat luar salian urang majalengka. sok atuh geura laksanakeun. diantosan perubahannana.

  4. kuningan dah Hijau,,,adem,,,bersih,,,masih aja da yang buang sampah sembarangan,,tolong dong jaga kebersihan.ok brother,,piss

  5. Majalengka tu bnyak bgt potensi wisata alam,,
    tpi sebelum berbenah diri untuk membuka wisata itu,saya mohon kpd pemerintahan khusus nya si kab.majalengka untuk memperbaiki akses jalan menuju ke tempat wisata tsb.
    krna sya juga kadang males berwisata di majalengka krna faktor utama para wisatawan ga ada yang mau berwisata di mjl krna jalan nya yang sudah hancur berat.apa lagi akses jalan menuju curug maja,aduuuuh ancur nya

    @by:igem_dz
    balida,dawuan,mjalngka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s