Open Source, Cara Bijak Maju Bersama

Gerakan Open Source di dunia teknologi informasi mampu membuat teknologi memberi manfaat kepada semua pihak. Dengannya orang dapat menggunakan komputer dengan cara yang halal dan murah. Jika tidak mampu membeli Windows yang berharga ratusan Dollar Amerika, kini kita dapat menggunakan sistem operasi Linux yang bebas. Bebas digunakan, bebas dimodifikasi dan bebas didistribusikan.

Richard Matthew Stallman adalah bapaknya gerakan open source. Ia pendiri Free Software Foundation, lembaga yang mengembangkan berbagai software yang bebas. Pada 1984 Ia menemukan copyleft sebagai bentuk lisensi untuk pergerakan Free Software.

Open Source adalah praktek produksi dan pengembangan yang memberikan akses ke bahan-bahan sumber akhir dari produk yang dibuat. Kode program yang digunakan memungkinkan pengguna untuk menciptakan fitur baru dalam produk tersebut.

Semangat Open Source dapat digunakan pada berbagai hal. Dengan semangat saling berbagi dan saling melengkapi kita dapat mengerjakan sesuatu dengan lebih mudah dan murah. Semua pihak dapat terlibat sesuai kemampuannya masing-masing.

Begitu juga dalam membangun Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Dengan semangat Open Source, berbagai daerah yang ada di Ciayumajakuning dapat saling berbagi peran. Cirebon menjadi pusat bisnis, Kuningan dan Majalengka fokus pada pertanian dan sumberdaya alamnya, dan Indramayu mendukungnya dengan pangan dan sumber daya alamnya. Dengan begitu pengelola daerah tidak akan ruwet dalam membuat kebijakan.

Semangat berbagi peran dan saling mendukung itu akan membuat Ciayumajakuning semakin menarik. Siapa yang harus mengemasnya? Tentu saja semua pihak dengan posisinya masing-masing. Setiap pemerintah daerah membuat kebijakan yang sejalan dengan daerah lainnya. Berbagai aturan yang dibuat tidak berujung pada pungutan bagi kalangan bisnis di Ciayumajakuning.

Selanjutnya pemerintah daerah dan pelaku usaha dapat mempromosikan Ciayumajakuning bersama-sama. Pedagang rotan dapat mengajak pedagang buah dan ikan untuk menjalin kontak dagang dengan mitranya. Begitu juga dengan perajin bola di Majalengka dapat mengajak perajin batik Cirebon ikut menjajakan karyanya pada mitra dagang yang selama ini membeli bola.

Saling berbagi dan saling membantu merupakan cara promosi yang mudah dan murah. Ia juga merupakan investasi yang tak ternilai harganya demi kemajuan bersama. Larisnya rotan Cirebon akan memberi manfaat bagi penjual buah di Kuningan. Begitu juga saat nelayan Indramayu mampu menjual tangkapannya dengan baik, ia memiliki kemampuan membeli hasil bumi Kuningan dan Majalengka.****

4 thoughts on “Open Source, Cara Bijak Maju Bersama

  1. opensource koq bisa nyangkut sama batik sama bola,
    tapi betul juga sih, klo misal yang bikin bola yang laku keras membagi2kan ilmunya dengan misal membuat workshop `membuat bola dengan baik dan benar` (artinya opensource pengetahuan pembuatan bola) maka diharapkan orang2 bisa membuat bola dengan kulaitas yang sama bagusnya. artinya semakin banyak orang cari bola ke majalengka.

  2. saya ingin gerakan Open Source tidak hanya identik dengan dunia teknologi informasi.

    Gotong royong yang menurut pelajaran waktu sekolah semoga ampuh membangun kesejahteraan warganya. Yuk ah gotong royong🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s