Sinergi, Kunci Pembangunan Ciayumajakuning

Cakrabuana merupakan buah dari kerisauan menghadapi krisis negeri ini. Cakrabuana dimasudkan sebagai motor penggerak menuju kesejahteran lahir dan batin, tak hanya bagi masyarakat Cirebon, melainkan juga bagi penduduk tiga kabupaten lain: Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).

Cirebon takkan mungkin hidup sendiri, tanpa ada Majalengka, Kuningan dan Indramayu, atau bahkan seluruh wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah lainnya. Sehingga sinergi menjadi kata kunci untuk mengembangkan dan mengambil manfaat potensi Ciayumajakuning.

Mengembalikan Cirebon dan sekitarnya menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di Asia Tenggara masih akan panjang. Tapi, jalan panjang itu telah dimulai dengan diperkenalkannya gagasan dan penggagas The Cakrabuana Institute pada Sabtu pekan lalu di Hotel Apita Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) Cirebon, Ir. H. Tb. Hisni, mengatakan bahwa The Cakrabuana Institute sangat tajam memikirkan potensi-potensi Ciayumajakuning. Menerutnya, The Cakrabuana Institute juga telah menemukan kunci untuk mengembangkan dan mengambil manfaat dari potensi-potensi tersebut, yakni dengan sinergi.

“Sinergi di sini adalah bergandeng tangannya semua pihak dengan potensi masing-masing. Jadi dalam membangun Ciayumajakuning, kita harus bersama-sama. Cirebon menjadi etalase bisnis, Kuningan mendukung sumber daya alamnya, Indramayu menyediakan pangan dan energi serta Majalengka menyumbang karya tangan-tangan terampilnya,” papar Hisni.

Sinergi yang melibatkan pemerintah, pengusaha, akademisi dan masyarakat yang diusung The Cakrabuana Institute bukan basa-basi. “Ia datang buikan dari bentukan pemerintah. Cakrabuana dibentuk oleh masyarakat yang mau menyumbangkan gagasan, waktu dan dana untuk menyumbang Ciayumajakuning,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh H. Tb. Bakti Sudjana, SH. Menurutnya Cakrabuana merupakan motor penggerak yang muncul atas kesadaran untuk membangun daerahnya sendiri. “Dengan kesadaran dan keterampilan yang dimiliki para pegiatnya Cakrabuana akan menjadi motor penggerak pembangunan di Ciayumajakuning khususnya, dan Pulau Jawa pada umumnya,” papar Bakti.

Untuk menjadi motor yang handal, tambah Bakti, Cakrabuana harus memiliki stamina yang kuat. “Stamina dari orangnya maupun dari modalnya, sehingga bisa menjadi motor yang independen” tegasnya.

Dalam pandangan Bakti, The Cakrabuana Institute merupakan wadah berkiprah rakyat yang sesungguhnya. “Apakabar para wakil rakyat dari Ciayumajkuning?” tanyanya. Para wakil rakyat yang di Bandung dan Jakarta dari daerah pemilihan Ciayumajakuning, imbuh Bakti, harusnya bekerja seperi pegiat Cakrabuana. Resah, berpikir, mengajak berbagai pihak dan berkarya nyata.

Stamina dan spirit serta keikhlasan pegiat Cakrabuana juga menjadi pesan yang disampaikan Letjen (Purn) H. Kuntara. “Jadikan Ciayumajakuning sebagai basis pembangunan dengan dedikasi, motivasi dan moral yang baik. Tanpa satu dedikasi yang baik, tanpa landasan moral yang baik, tidak mungkin tercapai tujuan yang mulai ini,” pesan Kuntara.

Ia juga mengatakan, bukan saatnya lagi bagi semua pihak di Ciayumajakuning untuk saling pamer dan menunjukkan keunggulan masing-masing. “Kita mulai dari sekarang bersinergi dan mengambil peran sesuai posisi dan kemampuannya masing-masing,” imbuhnya.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s