Modal Menuju Simpul Utama Jawa

Wilayah Cirebon adalah eks-Karesidenan Cirebon atau Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Ciayumajakuning merupakan daerah pantai, daerah dataran rendah, daerah perbukitan dan daerah pegunungan, dengan luas sekitar 5 ribu Km2. Jumlah penduduk pada empat kabupaten dan satu Kota tersebut mencapai 6 juta orang.

Berdagang merupakan sesuatu yang biasa bagi masyarakat Kota Cirebon. Menurut manuskrip Purwaka Caruban Nagari, sejak Abad ke-14 wilayah Cirebon sudah menjadi pusat perdagangan yang ramai. Hingga saat ini Kota Cirebon tetap layak dijuluki sebagai kota dagang yang menjanjikan. Sebagai salah satu wilayah pembangunan Jawa Barat, Kota Cirebon memiliki daya tarik sendiri.

Kota yang letaknya di bagian timur provinsi Jawa Barat ini memiliki banyak tempat berdagang. Tempat itu menjadi magnet tidak hanya bagi penduduk setempat, tetapi juga bagi mereka yang tinggal di luar kota. Masyarakat Ciayumajakuning, dengan sendirinya datang untuk membelanjakan uang mereka di sini.

Letak geografis Kota Cirebon di lintasan Jawa Barat dan Jawa Tengah mempunyai keunggulan sendiri. Selain sebagai kota transit bagi mereka yang bepergian, kota ini juga menjadi daerah
tujuan baik wisata maupun bisnis.

Rame Ing Gawe Sutji Ing Pamrih. Kerja keras dengan harapan yang suci. Motto yang tertera dalam lambang daerah Kabupatan Cirebon ini terpampang di mana-mana. Mulai dari jalan raya hingga kartu tanda penduduk (KTP) warganya. Kalimat itu dimaksudkan sebagai jiwa, sebagai motivasi, dan diharapkan menjadi pegangan dan tujuan semua warga Kabupaten Cirebon.

Roda perekonomian Kabupaten Cirebon ditopang oleh pertanian dan perdagangan. Setidaknya kedua sektor ini menyumbang lebih dari setengah pendapatan daerah. Tanaman pangan paling berperan dalam sektor pertanian ini. Hampir setiap kecamatan memberi andil dalam menghasilkan pangan yang merupakan kebutuhan dasar.

Membicarakan Kabupaten Cirebon kurang lengkap tanpa menyinggung keberadaan industri kecil yang menjadi andalan kabupaten. Industri mebel dan kerajinan rotan bisa ditemukan di Desa Tegalwangi, kain batik produksi tangan-tangan terampil Desa Trusmi di Kecamatan Weru, dan aneka makanan ringan khas daerah di Kecamatan Weru dan Plumbon.

Kota mangga dan lumbung beras utama di Provinsi Jawa Barat. Itulah cap yang masih populer bagi Indramayu. Pusat keramaian berada di Kecamatan Jatibarang dan Indramayu yang menjadi ibu kota kabupaten.

Di balik kesan sepi itu, tanah di daerah ini ternyata cukup subur. Dari wilayah sekitar 200 ribu hektar, setengahnya merupakan tanah sawah. Indramayu masih unggul dalam produksi padi di Jawa Barat.

Bumi Indramayu rupanya kaya akan minyak dan gas bumi. Terdapat ratusan sumur minyak dan gas yang dibor di Indramayu.

Kondisi geografis Kabupaten Majalengka sebagian bersar berupa pegunungan dan berbukit. Kondisi ini tentu saja mempengaruhi kelancaran perekonomian kabupaten. Pemasaran hasil bumi dari pelosok daerah terhambat. Apalagi, sentra hasil bumi seperti sayuran dan buah buahan berada di selatan, daerah yang bergunung-gunung.

Denyut perekonomian Kabupaten Majalengka terasa di wilayah utara. Pasar besar terdapat di Kecamatan Kadipaten dan Jatiwangi. Hasil pertanian dari kecamatan lain banyak dipasarkan di Kadipaten dan Jatiwangi.

Pertanian masih menjadi tonggak utama perekonomian Majalengka. Dengan modal pertanian yang lumayan besar, kabupaten ini berharap tahun 2010 menjadi kabupaten agrobisnis termaju di Jawa Barat.

Potensi industri pengolahan pun cukup menonjol di daerah ini. Ada bermacam-macam industri seperti bola sepak, genteng keramik, anyaman rotan, anyaman bambu, dan makanan.

Industri pembuatan bola sepak terdapat di Kecamatan Kadipaten dan berkualitas ekspor. Negara tujuan ekspor meliputi Jepang, Korea, Timur Tengah, dan Amerika. Salahsatu perusahaan bola sepak di Majalengka ini pernah memenangkan tender untuk Piala Dunia di Perancis tahun 1998.

Tangan warga Majalengka ternyata terampil. Selain industri bola sepak dan genteng, juga dihasilkan produk anyaman rotan yang berkualitas ekspor. Kekayaan alam yang disimpan bumi Majalengka cukup besar dan kemampuan sumber daya manusianya ulet serta terampil. Kedua komponen ini bisa menjadi modal utama bagi Majalengka untuk mencapai cita-cita yang sekaligus menjadi semboyannya. Sindangkasih Sugih Mukti yang berarti Majalengka (Sindangkasih) kaya dan bahagia.

Sebagai wilayah agraris yang sebagian besar penduduknya bertani, tentu pertanian yang memegang kendali utama Kabupaten Kuningan. Selain padi, andalan lain dari tanaman pangan adalah ubi kayu dan bawang merah.

Kondisi geografis yang strategis tersebut merupakan keuntungan bagi Ciayumajakuning terutama dari segi komunikasi dan perhubungan. Dengan mengembangkan potensi masing-masing daerah serta saling mendukung, Ciayumajakuning akan menjadi pusat bisnis Pulau Jawa.***

4 thoughts on “Modal Menuju Simpul Utama Jawa

  1. he he he…
    Mohon maaf kang..

    Setelah seminggu bertapa di rumah sakit, lalu bertapa di Tanjungpinang, Kepulauan Riau selama dua bulan. Setelah itu bertapa di Cirebon..

    akhirnya muncul lagi dech di belantara blog. Kangen bgt euy dengan para pendekar blog seperti Anda..

  2. Woi akang Asep..gile ya, pergi-pergi gak bilang-bilang..gak ngajak2 lagi..:(

    Kemana aja atuh? gimana kabar? bener dah sembuh sakitnya? kok gak bisa ditelp? eh, satudunia dah pindah rumah, di Tebet Utara II no.6, main-main aja Sep..gue juga udah gak di SatuDunia lagi nih awal Mei..huehehehe..balik ngerjain skrip..masih pengen lulus nih gue..

    Kabar-kabari ya Sep..:)

    -Dhanny-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s