Seminggu Tanpa Internet

Seminggu kemarin ada yang berbeda dalam hidup saya. Biasanya dalam sehari saya tersambung dengan internet tak kurang dari sepuluh jam. Selama seminggu kamarin, saat terbaring di rumah sakit saya tak bisa browsing, memoderasi milis, balas email, chatting serta ngeblog.

Hidup tanpa internet biasa saja. Namun saya merasa sendiri dan informasi terasa lambat. Informasi gempa di Menado, serta berbagai peristiwa yang terjadi telat sampai. satu-satunya akses informasi yang saya peroleh melalui televisi. Tapi, update berita televisi ternyata parah dan informasinya dangkal sekali.

Selama ini saya nonton televisi kalau ada program khusus atau berita saja. Selama seminggu melototin televisi membuat saya bosan. Sinetron dan infotainment bejibun sekali. Isinya, tidak akan membuat orang pinter dan tambah wawasan. Saya jadi tahu kenapa infotainment “dianggap” memiliki rating bagus. Ya yang nonton tidak punya pilihan. Daripada bosan dan tidak ada lagi saluran informasi ya nyalakan televisi.

Jadi manfaat internet itu luar biasa. Rasa ingin tahu yang ada dalam setiap orang akan dapat dipenuhi. Tentunya akan menambah wawasan penggunanya. Daripada membuat berbagai program pendidikan, lebih baik pemerintah membangun sarana internet di mana-mana. Sehingga informasi dapat diperoleh dengan mudah dan murah.

11 thoughts on “Seminggu Tanpa Internet

  1. Met kenal mas ASF… Udah sehat alhamdulillah. Sy sendiri bersyukur hidup di zaman internetan, juga punya fasilitas itu. Maklum jauh di ujung barat Indonesia.. Juga kdg2 ga bisa ngeblog kalo harus ke desa2 berhari2. So pas OL, bisa gila kyk sampean😛

  2. assaalamualaikum wr. wbr.
    salam kenal

    Nama saya Hania Kasim, saat ini sedang melakukan penelitian mengenai Islam dan perkembangan Islam di dunia Maya. Terdapat beberapapoint yang dikembangkan dari penelitian saya ini.

    Yaitu:
    1. Masalah Umat dan Dakwah serta Peran sertanya di dunia Maya 2. Perkembangan Blogs Islam
    3. Perkembangan Situs Islam
    4. Permasalahan antara umat di dunia maya (maksudnya disini Problematika Dakwah seperti PKS, HTI, SALAFY, JT, MUHAMMADIYAH, NU, dll)

    Untuk itu saya mohon bantuan semua pihak untuk dapat saling mendiskusikannya.

    Dan saya harap teman-teman mau merequest untuk menjadi kontributor dan moderator pada blogs tersebut. Nama Blogs Tersebut adalah http://risetduniaislam.wordpress.com

    Mohon teman-teman mengirimkan email ke hania_mail@yahoo.com

    was

    Hania Kasim

  3. Sakit? Wah, moga2 bisa dipandang sebagai sesuatu yang positif.. untuk istirahat-lah setelah hari-hari yang penat.
    Ocre, met istirahat en cepat sembuh..
    Sepakat banget.. internet memang jendela dunia en informasi🙂

  4. Apa Kabar Pak Asep? Lama tak berjumpa kita. Btw,
    sebagai teman sekaligus moderator milis jurnalisme,
    saya mau bertanya, mengapa Farid Gaban mengeluarkan
    saya dari milis ini? Apakah karena ajakan saya
    memboikot temannya yang berpoligami itu atau sebab
    lain?
    Saat ajakan saya memboikot Ade Armando pertama kali
    diloloskan di milis, Farid sempat bertanya, siapa
    saya. Kemudian secara japri saya kirim email ke dia.
    Karena dia bertanya alamat saya, saya kasih alamat
    saya di Medan. Bahkan di email japri tersebut, saya
    katakan Pak Asep ini secara pribadi kenal saya. Lah
    wong dulu yang masukin saya ke milis ini Pak Asep kan?
    Tentu saya bertanya-tanya, kalau Pak Asep yang
    mengeluarkan saya dari milis ini tak apalah, toh dulu
    Pak Asep juga yang bawa saya ke sini. Tapi kalau
    moderator lain kayak Farid Gaban mengeluarkan saya.
    Duh, tidak adil rasanya. Toh dulu bukan saya yang
    meminta jadi member milis ini. Sekali lagi karena
    ajakan teman baik seperti Pak Asep.
    Lantas kalau dengan postingan saya yang dianggap
    provokatif karena mengajak miliser lain memboikot Ade
    Armando, kemudian saya dipecat dari keanggotaan milis,
    saya jadi bertanya-tanya, milis kok mengekang
    kebebasan anggotanya. Kalau dibilang saya enggak
    bertanggung jawab, ya lebih keblinger lagi. Kalau
    enggak bertanggung jawab, ngapain saya kasih alamat
    saya di Medan dan beri tahu Farid kalau Pak Asep kenal
    saya secara pribadi.
    Bukankan dengan tahu data anggota, sudah cukup bagi
    moderator menjalankan tugasnya untuk menegakkan
    tanggung jawab setiap anggota? Sekali lagi, saya
    diajak Pak Asep ke milis ini, kalau memang Pak Asep
    yang mengeluarkan saya dari keanggotaan milis ini,
    bagi saya tak masalah. Kalau orang lain seperti Farid
    Gaban yang melakukannya, maaf jika sampai kapan pun
    saya tak percaya lagi pada orang-orang seperti dia.

    salam
    billy

  5. Kang Asep .. kok ga pernah blog lagi? ada apa? saya akan tetap ingat dengan dirimu. Karena Kang Asep adalah orang yang memberitahukan padaku cara hidden kan sebagian tulisan. Semoga lekas sembuh dan nge-blog lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s