Privatisasi adalah Menjual Harta Rakyat

Membaca berita Jurnal Nasional, Kamis, 4 Januari 2007 berjudul Target Privatisasi BUMN Ditambah memaksa saya untuk mengetahui arti privatisasi.  Menurut Tanri Abeng, bekas Menteri Pendayagunaan BUMN Privatisasi adalah upaya unuk meningkatkan nilai dari perusahaan (value creation) baik dengan meningkatkan leverage asset yang dimiliki dan/atau dengan melibatkan pihak swasta dalam pemilikan BUMN. Strategi privatisasi adalah melalui berbagai cara : Initial Public Offering (IPO), private placement oleh strategic investor dan / atau private placement oleh lembaga keuangan. Privatisasi yang ideal adalah melalui IPO.

Dalam Master Plan BUMN Tahun 2003 -2006 Privatisasi didefinisikan sebagai penyerahan kontrol efektif dari sebuah perseroan kepada manajer dan pemilik swasta dan biasanya terjadi apabila mayoritas saham perusahaan dialihkan kepemilikannya kepada swasta.

Privatisasi mengandung makna sebagai berikut :

Perubahan peranan Pemerintah dari peran sebagai pemilik dan pelaksana menjadi regulator dan promotor dari kebijakan, serta penetapan sasaran baik nasional maupun sektoral;

Para manajer selanjutnya akan bertanggung jawab kepada pemilik baru. Diharapkan pemilik baru akan mengejar pencapaian sasaran perusahaan dalam kerangka regulasi perdagangan, persaingan, keselamatan kerja dan peraturan

lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah termasuk kewajiban pelayanan masyarakat.

Pemilihan metode dan waktu privatisasi yang terbaik bagi Badan Usaha dan negara mengacu kepada kondisi pasar dan kebijakan regulasi sektoral.

Salah satu tujuan yang ingin dicapai melalui privatisasi adalah memberikan kontribusi finansial kepada negara dan Badan Usaha, mempercepat penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, membuka akses ke pasar internasional dan alih teknologi serta transfer best practice kepada Badan Usaha.

Arah kebijakan privatisasi diklasifikasikan berdasarkan 3 (tiga) jenis sruktutur industri yaitu untuk Badan Usaha yang industrinya kompetitif dilakukan Initial Public Offering (IPO) atau strategic sales, untuk Badan Usaha yang industrinya sudah sunset dilakukan divestasi dan untuk Badan Usaha yang usahanya bersifat natural resources base tetap dipertahankan sebagai Badan Usaha.

Membaca pernyataan Tanri Abeng dan Master Plan BUMN Tahun 2003 -2006 ternyata tidak mudah. Dari sana saya hanya menangkap pesan bahwa privatisasi itu adalah menjual perusahaan milik negara kepada swasta. Tujuannya agar pemerintah saat ini mampu menutupi kekurangan duit pada anggaran belanjanya.

Kenapa mesti menutupi kekurangan belanja anggaran dengan menjual harta negara?  Kalau saya bulan ini kurang pendapatannya, biasanya anggaran juga dikurangi. Kenapa pemerintah tidak bisa seperti itu ya?

Menurut berita Jurnal Nasional itu BUMN yang akan dijual adalah PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk, PT Jasa Marga, PT Garuda Indonesia, dan PT Indonesia Power. Semuanya adalah perusahaan yang berpeluang menghasilkan untung. Tentunya banyak pengusaha yang berminat membelinya.

Setelah itu, kita (pejabat negara yang menjual dan rakyat yang dijual hartanya) akan gigit jari. Jadi menurut saya privatisasi adalah menjual harta rakyat untuk menutupi kekuarangan uang pemerintah pada saat berkuasa sekarang.**

7 thoughts on “Privatisasi adalah Menjual Harta Rakyat

  1. Tak lupa pula privatisasi pendidikan tinggi yang dilabeli “otonomi kampus” itu. Kampus dilepas oleh Negara untuk mengelola dirinya sendiri, dan perlahan demi perlahan korporasi-korporasi asing menarik kampus-kampus itu ke lingkaran kapitalnya hingga kampus-kampus itu sangat tergantung pada pembiayaan dari korporasi-koprorasi transnasional/multinasional tadi. Ya, jayalah Indonesia, Indonesia jaya.

    Tomy DG

  2. Ini yang bikin saya bingung. Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat adalah tugas utama negara untuk menyediakannya.

    Kalau akhirnya, pendidikan mahal, karena diswastakan. Telepon mahal karena dikelola swasta serta harga minya juga mahal. Buat apa fungsinya negara?

  3. Tenang aja, Kang Asep. Negara itu masih berfungsi kok di dalam sistem kapitalisme global ini. Negara berfungsi, meminjam perumpamaan Pramoedya Ananta Toer, sebagai anjing herder penjaga tuan-tuannya: korporasi-korporasi transnasional/multinasional dan lembaga-lembaga keuangan internasional.Fungsi negara-anjing herder itu dijalankan oleh negara maju seperti Amerika Serikat hingga negara terbelakang seperti Indonesia ini.

    Amerika Serikat mengirimkan puluhan pesawat tempur, tank dan ribuan tentara ke pelosok dunia untuk memastikan pemilik kapital raksasa dapat tempat di setiap sudut bumi ini. Dan Indonesia mengirimkan pejabat-pengemis ke berbagai belahan dunia untuk menambah utang dan sekaligus mengundang pemilik kapital raksasa menanamkan kapitalnya di negeri ini.

    Salah satu yang dijalankan Negara bernama Indonesia di negeri ini adalah politik bahasa. Sejak Orde Baru, sebagai pengganti kata ‘kapital’, digunakanlah kata ‘investasi’. Karena kata ‘kapital’ berkonotasi dengan sistem kapitalisme yang ditentang oleh ekonom-ekonom di bibir tapi diterima di hati itu.

    Hehe, itulah disfungsi negara.

    Tomy DG

  4. he he…
    Politik bahasa. Saya sepakat bgt tuh. Kita sering dibohongin oleh para penggunanya.

    Banyak sekali istilah yang bikin pusing. Seolah-olah negara in i dan nyaman. Padahal aman dan nyaman hanya untuk mereka.

  5. hidup privatisasi
    hidup kebebasan finansial buat pemerintah
    hidup koruptor yang manfaatkan celah hukum priavatisasi
    mau donk jadi pengambil manfaat ” kebijaksanaan ” privatisasi
    hai ai lope yu yang bikin pengangguran main parah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s