Stop AIDS Saatnya Melayani!

www.factlv.orgTanpa terasa, usia AIDS di Indonesia sudah memasuki dua dekade semenjak ditemukan pertama kali pada tahun 1986 di Bali.

Di dunia, sudah berjuta orang menjadi korban akibat virus yang menyerang system kekebalan tubuh ini. Tak memandang usia ataupun kalangan. Tak memandang laki-laki, perempuan, kaum ibu hingga janin dan anak-anak. Ketika korban semakin banyak, pihak-pihak yang turut bertanggungjawab atas ‘fenomena gunung es’ ini seakan lepas tangan.

Penyelenggaraan Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember pada tiap tahunnya merupakan kegiatan yang secara global diperingati di seluruh negara termasuk Indonesia sejak tahun 1995. Pada setiap tahun penanggung jawab pelaksanaan dilakukan secara bergiliran antar sektor yang terlibat dalam pengendalian HIV/AIDS, baik pemerintah, praktisi kesehatan, lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Pada tahun 2006 ini Departemen Kesehatan ditunjuk sebagai koordinator penyelenggaraan Hari AIDS Sedunia Tahun 2006. Menurut Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari peringatan Hari AIDS Sedunia ini pada hakekatnya merupakan momentum untuk menggugah kepedulian.

“Inilah saatnya menggugah partisipasi seluruh bangsa di dunia, khususnya seluruh warga negara Indonesia dalam menghormati dan menjamin hak, menghilangkan stigma dan diskriminasi, memberikan perawatan dukungan dan pengobatan serta menjamin peningkatan kualitas hidup hidup ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dan OHIDA (Orang Hidup dengan HIV/AIDS),” papar Siti Fadilah.

Dengan peningkatan kasus HIV/AIDS di Indonesia yang semakin pesat dan serius, pada tahun 2006 ini pemerintah menegaskan kembali komitmennya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan komitmen untuk mendukung upaya pengendalian HIV/AIDS di Indonesia sesuai dengan komitmen internasional dan nasional yang telah disepakati.

“Hari AIDS Sedunia merupakan momentum untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh bangsa di dunia, khususnya seluruh warga negara Indonesia dalam menghormati dan menjamin hak-hak, menghilangkan stigma dan diskriminasi, memberikan perawatan, dukungan dan pengobatan, serta menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan peningkatan kualitas hidup ODHA dan OHIDA,” papar Yudhoyono dalam sambutannya pada peringatan Hari AIDS Sedunia di Istana Negara.

Tema sentral Hari AIDS Sedunia dalam dua tahun terakhir adalah “Stop AIDS, Keep the Promise”. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian seluruh komponen bangsa di dunia terhada pengendalian HIV/AIDS, khususnya dalam pencegahan, dukungan, perawatan dan pengobata HIV/AIDS dan peningkatan akses universal terhadap layanan pengobatan ARV (Anti Retroviral).

Adapun tema nasional yang diangkat pada Hari AIDS Sedunia tahun 2006 adalah “Stop AIDS Saatnya MELAYANI! Tema tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi dan mengajak seluruh pihak yang terkait dengan pengendalian HIV/AIDS. Mulai dari orang tua, teman, sahabat, keluarga masyarakat, hingga dunia usaha dan pemerintah agar secara bersama-sama menunjukkan kepedulian. Selain itu parapihak itu juga diajak berkontribusi dan bertindak secara nyata untuk memberikan dukungan dalam pengendalian HIV/AIDS sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Presiden mengajak kita bersama-sama bertindak dalam pengendalian HIV/AIDS. “Mari bertindak mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja dan masyarakat serta laksanakan mulai sekarang juga, sebelum semuanya menjadi lebih terlambat!!” ajaknya.

Menurut Chris W. Green, Pendidik Pengobatan Yayasan Spiritia Jakarta, cara memberikan dukungan banyak ragamnya. Berbicara tentang HIV dan AIDS kepada keluarga dekat dan teman merupakan salahsatunya.

“Berpartisipasi dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS mulai dari diri sendiri dan mengaja orang-orang terdekatnya. Memberikan dukungan bagi keluarga atau teman yang terinfeksi HIV merupakan hal yang penting,” papar Babe, panggilan akrabnya Chris.

Menurut Babe, dukungan terhadap orang yang terinfeksi HIV itu hingga kini masih minim. “Jangankan dari masyarakat luas, petugas kesehatan saja masih banyak yang takut,” ucapnya.

Semoga gebyar Hari AIDS Sedunia 2006 menjadi momentum untuk membentuk opini publik dan meningkatkan kepedulian seluruh komponen bangsa terhadap pengendalian HIV/AIDS di masa yang akan datang.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hari AIDS Sedunia Tahun 2006 dihimbau untuk tidak saja diselenggarakan di pusat, tetapi juga di provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, pedesaan dan luar negeri. “Rangkaian kegiatan Hari AIDS Sedunia 2006 dilaksanakan mulai bulan Oktober 2006 sampai bula Desember 2006 dengan puncak acara Hari AIDS Sedunia jatuh pada tanggal 1 Desember 2006. Di tingkat pusat persiapan Hari AIDS Sedunia 2006 sudah dimulai sejak bulan September 2006,” papar Rudi Gobel, Koordinator Komunikasi dan Advokasi Komisi Penanggulangan AIDS Nasional.

Pelaksanaan Hari AIDS Sedunia Tahun 2006, menurut Rudi, bersifat sederhana. “Dalam kesederhanaanya diharapkan memberikan dampak positif yang luas utamanya terhadap pengendalian HIV/AIDS secara komprehensif, khususnya peningkatan partisipasi ODHA dan OHIDA dalam upaya pengendalian HIV/AIDS serta peningkatan mutu layanan dan aksesibilitas layanan ARV,” jelasnya.

Penyelenggaraan “Malam Renungan” AIDS dengan pentas seni, pengumpulan dana dan solidaritas “candle light” akan digelar pada tanggal 30 November 2006 malam di Bundaran Hotel Indonesia. Rudi mengatakan pada malam itu seluruh organisasi profesi peduli AIDS sektor terkait pengendatian HIV/AIDS, Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli AIDS, dunia usaha, lembaga donor, ODHA/OHIDA berkumpul melakukan renungan bersama.

Adapun penyelenggaraan acara puncak Hari AIDS Sedunia 2006 dilaksanakan di Istana Negara pada tanggal 1 Desember 2006. “Acara puncak itu akan diikuti ODHA da OHIDA, 15 Bupati, Duta Anak Kampanye AIDS Anak Global, Artis Peduli AIDS, LSM peduli AIDS, serta berbagai kalangan lainnya,” imbuh Rudi.

Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember, merupakan upaya yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya epidemi global HIV/AIDS. Hal ini mengingat HIV/AIDS sampai saat ini telah membunuh lebih dari 25 juta orang di dunia. Sehingga merupakan epidemi yang paling merusak dalam catatan sejarah. Walau belakanga ini akses terhadap layanan ARV sudah semakin membaik, epidemi HIV/AIDS masih menyerang sekitar 3,1 jutaorang di dunia pada tahun 2005 da lebih dari setengah juta diantaranya (570,000) adalah anak-anak.

Konsep peringatan Hari AIDS Sedunia pertama kali diluncurkan dalam Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia untuk membahas Program pencegahan HIV/AIDS pada tahun 1988. Selanjutnya diperingati setiap tahun pada tanggal yang sama di seluruh dunia.**

6 thoughts on “Stop AIDS Saatnya Melayani!

  1. STOP KAMPANYE HIV/AIDS dengan metode tidak jelas.
    lebih baik uangnya untuk AKSI yang lebih konkrit.
    buat apa kampanye HIV/AIDS mewah, distribusi pamflet, dengan artis, dll tapi di lapangan semakin banyak korban berjatuhan karena AIDS, akses layanan kesehatan masih sangat sulit diakses, stigma dan diskriminasi masih kental terasa ….
    Petinggi negara atau petinggi HIv/AIDS,
    TURUN KE LAPANGAN!!
    SAKSIKAN FAKTA!

  2. Beberapa bulan lalu saya berjalan ke lembaga-lembaga yang katanya “ngurus” AIDS, susahnya minta ampun utk memperoleh data dan apa yang telah mereka lakukan.

    Bulan ini, yang katanya semarak AIDS juga begitu. Akhirnya saya lebih percaya pada rekan-rekan yang bekerja utk komunitasnya masing-masing. Lebih nyata dan sesuai kebutuhan.
    Salam kenal, semoga kita bisa bersua..

  3. komitnya stop aids persi pemerintah ada , implementasinya masuk kantong sendiri, lembaga yang konsen dengan persoaalan aids juga ada banyak! tapi sayang lembaga donor cuma ngeliat target, wilayah.Sementara yang lain cuma semangat doang apa lagi pemerintah…nihil…
    RATAKAN DONG…

    merly

  4. ngak cukup hanya dengan simbol lalu lantas terwujud perubahan. kembali pada diri masing-masing adlah ungkapan yang tak bertanggung jawab. mari bangkit dengan pemikiran, membangun kesadaran bersama mewujudkan masyarakat yang lebih baik. saatnya kita butuh aturan. ngak cuma ngomong doang. berantas AIDS dengan memberangus sumbernya “ZINA”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s