Ajakan Mengawasi Parlemen

Judul Buku : Bagaimana Undang-undang Dibuat
Penulis : Erni Setyowati, dkk.
Penerbit : Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) Jakarta
ISBN : 979-96494-6-3Dalam kehidupan bernegara banyak sekali hal yang terjadi. Berbagai hal yang terjadi dalam sebuah negara itu diatur oleh berbagai Undang-undang dan peraturan lainnya. Tujuannya agar tatanan kehidupan bernegara menjadi tertib. Karena sudah menjadi kodrat manusia yang bisa berperilaku baik dan bisa pula berperilaku buruk.

Undang-undang yang mengatur berbagai hal dalam kehidupan bernegara mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Sedangkan yang membuat aturan-aturan yang mengikat bagi manusia yang hidup di negara ini adalah parlemen yang terdiri dari manusia juga. Sehingga banyak sekali Undang-undang dan berbagai peraturan yang susah diimplementasikan bahkan ditolak masyarakat. Hal itu karena pembuatan Undang-undang tidak memperhitungkan berbagai hal yang terjadi di masyarakat. Jangankan dilibatkannya masyarakat dalam membuat Undang-undang, bagaimana undang-undang dibuat saja banyak sekali masyarakat yang tidak tahu.

Buku berjudul “Bagaimana Undang-undang Dibuat” menjadi semacam ajakan bagi masyarakat untuk mengawasi pembuatan Undang-undang, Buku setebal 117 halaman ini diawali dengan Bab yang membeberkan alasan-alasan mengapa DPR perlu diawasi. Dalam buku itu alasan utamanya agar DPR dalam membuat Undang-undang dan peraturan lainnya tidak menghasilkan Undang-undang yang cacat.

Setidaknya ada 5 kategori Undang-undang produk DPR yang dinilai penulis sebagai produk gagal yang membuang waktu dan dana yang tidak kecil. Pertama, Undang-undang atau peraturan yang dihasilkan DPR tidak efektif. Dalam hal ini tidak dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Misalnya UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah.

Kedua, Undang-undang atau peraturan tersebut tidak implementatif, dalam arti tidak dapat dijalankan atau diundangkan atau gagal sejak dini. Misalnya UU Pemberantasan Korupsi tahun 1999 yang harus segera diamandemen kurang dari satu tahun sejak diundangkan.

Ketiga, Undang-undang atau peraturan yang tidak responsif. Maksud dari kategori ini adalah Undang-undang yang sejak dirancang sampai diundangkan mendapat penolakan yang keras dari masyarakat. Misalnya UU PKB (Penanggulangan Keadaan Bahaya).

Keempat, Undang-undang atau peraturan yang dihasilkan DPR bukannya memecahkan masalah sosial, tapi malah menimbulakan kesulitan baru di masyarakat. Salah satunya Undang-undang Yayasan yang diberlakukan sejak 6 Agustus 2002. Tujuan awal pembentukan Undang-undang ini adalah untuk menjerat yayasan-yayasan milik Soeharto. Tetapi tujuan itu tidak tercapai justru karena dalam Undang-undang tersebut tidak ada pengaturan yang jelas soal “bantuan”. Di sisi lain ketentuan pengaturan internal yayasan seperti struktur baku organ-organ yayasan, pengangkatan, pemberhentian, penggantian organ yayasan hingga quorum, justru menyulitkan yayasan kecil.

Kelima, munculnya Undang-undang yang tidak relevan dengan kebutuhan atau permasalahan yang ada di masayarakat. Undang-undang tentang money laundering yang masuk dalam kategori. Pada waktu bersamaan, di komisi II DPR saat itu sedang dibahas RUU Komisi Anti Korupsi. Sebenarnya Undang-undang tersebut lebih penting dan mendesak karena adanya kewajiban untuk mendirikan Komisi Anti Korupsi pada tahun 2000. Tetapi, RUU money laundering pembahasannya dipercepat karena adanya tekanan dari IMF.

Buku yang ditulis Erni Setyowati, Rival G. Ahmad dan Soni Maulana Sikumbang ini enak untuk dibaca. Berbagai ilustrasi dan kartun yang semakna dengan bahasan masih tetap dapat membuat tersenyum. Yang pasti kehadiran buku itu memberikan wawasan pada masyarakat tentang proses kerja parlemen. Bahkan secara tersurat, parlemen mengajak pembaca untuk mengawasi parlemen hingga berpartisipasi aktif dalam pembahasan suatu RUU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s