Posted by: Asep Saefullah | November 11, 2007

Penulis Cirebon Butuh Penerbit

Hari ini saya bangun rada siang. Rasanya sih setiap hari juga bangunnya siang. Kali ini saya kesiangan bangun karena semalam melahap tiga buku. Bagi saya buku-buku tersebut sangat istimewa. Pertama, buku tersebut berwujud jilidan puluhan lembar kertas buram yang diprint secara sederhana dan hanya ada satu buku untuk masing-masing judul. Penulis dan pembuat buku tersebut menyebutnya edisi pribadi. Kedua, buku tersebut ditulis oleh seorang tentara angkatan laut. Semua kisah nyaris berlatar belakang kehidupan laut. “Sebagai orang bahari, saya ingin memperkenalkan kekayaan laut Indonesia,” ucap Hartono G. Madas , penulis buku tersebut.

Selain Hartono, di KlubTulis Rumah Pena juga ada Arief Agustianto. Ia juga telah menulis beberapa cerita yang dibukukan seperti halnya Hartono. Jika tentara angkatan laut itu banyaik bercerita tentang bahri, Arief sebagai orang darat ceritanya lebih beragam.

Arief kini tengah mengumpulkan rupiah dengan cara menjual beragam ”obat sehat” yang diimpor dari Arab Saudi. Jika telah cukup, Ia akan menerbitkan sendiri bukunya dengan dicetak seadanya. “Tujuannya agar dunia tahu bahwa Cirebon memiliki banyak penulis,” ucapnya tadi malam.

Penulis lainnya yang kerap bergaul di Rumah Pena adalah seorang dokter. Basuki Pramana, namanya. Ia memiliki puluhan judul cerpen. Seperti halnya Hartono, Basukibanyak menulis dengan latar belakang profesinya.

Dari ketiga orang itu saja, Cirebon memiliki puluhan naskah yang layak dibuat buku. Masalahnya, hingga kini Rumah Pena belum memiliki kuasa untuk menerbitkan karya-karya mereka. Saya tengah berusaha agar karya-karya mereka menjadi suara baru dari Cirebon. Semoga esok karya-karya orang Cirebon dapat dinikmati semua orang di berbagai penjuru dunia.


Responses

  1. Semoga ^_^
    itu lah maksud Sayah, di cirebon, bibit mah ada, cuma masalah nya pupuknya henteu aya (tidak ada).

  2. Memangnya sudah dikirim ke penerbit? kan ada banyak penerbit yang justru mencari penulis.

  3. ide sih banyak, hanya prihatinnya tidak ada yang menikmati hasil cipta karya tersebut

  4. test


Leave a response

Your response:

Categories