Posted by: Asep Saefullah | September 24, 2007

Bengkel Open Source Cirebon Telah Dibuka

Terbitnya Undang-undang Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) yang salahsatunya melarang penggunaan software bajakan membuat repot sebagian besar pengguna komputer di Cirebon. Bahkan informasi-informasi tentang razia software bajakan di berbagai daerah telah membuat sebagai warga makin khawatir.

Untuk membuat komputernya terisi software legal berbayar ternyata bukan hal yang mudah. Bagi sebagian warga Cirebon, harga software legal terasa sangat mahal. “Jangankan untuk membeli lisensi Windows, untuk membeli komputernya saja butuh waktu untuk menabung dari hasil panen,” ungkap Djati Sukmana, seorang warga Kuningan.

Djati merupakan salahsatu peserta Pengenalan Aplikasi Grafis & Multimedia Open Source yang diselenggarakan Komunitas Pengguna Ubuntu di Cirebon. Acara yang digelar Minggu, 9 September silam diikuti puluhan peserta yang berasal dari Cirebon, Indramayu, dan Kuningan. Sebagian besar peserta mengatakan dirinya telah lama ingin menggunakan software Open Source, tapi tidak tahu harus belajar di mana. “Saya telah mencoba mencoba CD IGOS dan Ubuntu yang diperoleh dari majalah, tapi karena tidak ada pembimbingnya, akhirnya tidak dilanjutkan,” kata Ivan Taufik, mahasiswa di Cirebon yang menjadi salah satu peserta.

Ivan berharap Komunitas Pengguna Ubuntu di Cirebon dapat membuat acara yang memperkenalkan software open source dari dasar. “Setelah ini, saya berharap komunitas ini membuat kelompok belajar open source bagi para pemula seperti kami,” harapnya.

Harapan Ivan dan para peserta Pengenalan Aplikasi Grafis & Multimedia Open Source disambut langsung Komunitas Pengguna Ubuntu Cirebon. Dengan menggandeng Cirebon Information Technology Community (CITC), sebuah komunitas pengguna teknologi informasi di Cirebon, Komunitas Ubuntu Cirebon menggelar Pesantren Ubuntu Linux. Acara yang digelar Sabtu, 22 September itu memperkenalkan seluk beluk Ubuntu hingga mempergunakannya.

Peserta juga diminta untuk menginstall sendiri Ubuntu. “Ternyata mengninstall linux sangat mudah,” ucap Mudatsir, seorang peserta yang laptopnya dijadikan alat latihan menginstall.

Dengan dibekali CD Installer Ubuntu, semua peserta akan bertemu lagi pada Sabtu yang akan datang. “Agar calon pengguna dan pengguna pemula software open source dapat belajar dan bertanya, kami akan membuka Bengkel Open Source pada setiap Sabtu,” ucap Iyan Kusherdiansyah,” salah satu pegiat CITC.

Pada bengkel yang dibuka di RumahPena, Jl Dr Sudarsono No. 40A Cirebon itu, setiap Sabtu sore peminat open sorce dapat berbagi ilmu dan ketrampilan. Sehingga warga yang hendak melegalkan komputernya dengan open source dapat memperoleh dukungan.***


Responses

  1. wah T.O.P B.G.T

  2. mohon dukungannya terhadap bayi yang baru lahir ini. Setidaknya, kalo mau berweekend ria ya mainlah ke Cirebon. Karena Sabtu sore adalah jam operasinya bengkel.

    Tentunya bengkel ini akan berkualitas jika para montir seperti milisdad ini ikut serta :)

  3. knapa harus ubuntu???
    kanapa tidak OpenSuSE ato slackware???

  4. Ubuntu menjadi pilihan karena saya hanya pernah menggunakan. Jika Om Imrom mau berbagi ilmu di bengkel kami, silahkan tularkan OpenSuSE ato Slackwarenya.

  5. sebab ubuntu juga open source, tinggal kitanya yang harus open mind.
    yuk ah

  6. saya juga tertarik untuk merubah software di kantor jadi open source semua.. Rumah pena bisa bantu?

  7. siap bos…
    Siapa pun yang mau migrasi ke open source kan kita bantu…
    Yuk ah kapan?

  8. Iy bos aq jg mau ach… Tar k rumah pena dech.

  9. good luck for rumah pena….


Leave a response

Your response:

Categories