Jika kita naik sepada, biasanya kita selalu mulai dengan memegang stang, lalu mengayuh pedal. Selanjutnya kita tinggal mengatur irama kayuhan agar tetap seimbang. Begitu juga dengan menulis. Kita mulai membuat topik dengan satu kalimat sederhana (Saya akan menulis……..)
Ada beberapa kaidah dalam penulisan populer, antara lain:
1. Menulis Jelas dan Ringkas
2. Mengindari jargon dan istilah teknis, istilah asing
3. Menghindari akronim dan singkatan
4. Membuat kalimat/paragraf sederhana
5. Menulis dengan kata kerja aktif
Tugas seorang penulis adalah membuat sesuatu informasi yang dikumpulkan dan dilaporkan menjadi jelas bagi pembaca. Ketidakmampuan menekankan kejelasan adalah kegagalan seorang penulis.
Menulis secara jelas membutuhkan dua prasyarat:
1. Si penulis harus memahami betul soal yang mau ditulisnya, bukan juga pura-pura paham atau belum yakin benar akan pengetahuannya sendiri.
2. Si penulis harus punya kesadaran tentang pembaca.
Sebuah tulisan yang jelas juga harus memperhitungkan syarat-syarat teknis komposisi:
1. Tanda baca yang tertib.
2. Ejaan yang tidak terlampau menyimpang dari yang lazim dipergunakan atau ejaan standar.
3. Pembagian tulisan secara sistematik dalam alinea-alinea. Perlunya disiplin berpikir dan menuangkan pikiran dalam menulis
4. hingga sistematika tidak kalang-kabut, kalimat-kalimat tidak melayang kesana-kemari, bumbu-bumbu cerita tidak berhamburan menyimpang dari hal-hal yang perlu dan relevan.****





bang thanks niiih ilmunyaa. merdekaa untuk pers
By: nano on May 19, 2007
at 3:28 pm
Tambahkan di ujung tulisan, Kang Asep: ditulis dengan oOo. Ya kan?
By: ikram on May 19, 2007
at 7:03 pm
ih…ikram nakal. Ntar dijewer Bill
Kalau untuk naskah koran biasanya pakai gedit. Biar bisa langsung nyemplung ke Scribus
Be Legal!
Gak mampu beli yang berlisensi, pakai Open Source!
By: asf on May 20, 2007
at 3:08 pm
Pak Asep, terima kasih atas infonya.
Btw, pada dua syarat di atas, tidak adakah kata lain untuk menggantikan “harus”? Menurut saya, kata ini terasa berat. Kekuatan kata ini mungkin malah akan “membunuh” para calon penulis.
Bagaimana bila diganti “sebaiknya”? Atau, Pak Asep punya alternatif lain?
Salam kenal,
Adi Nugroho
http://axireaxi.wordpress.com/
By: axireaxi on May 22, 2007
at 1:58 am
Nambah lagi, tentang OOo dan GEdit. Pak Asep sudah pernah coba LyX?
Oya, semua software yang “Open Source” itu juga berlisensi lho Pak. Lisensi tidak hanya dipunya produk keluaran Microsoft atau kawan-sealirannya.
Meski sama-sama punya lisensi, tapi isinya sangat beda.
CMIIW
(^_^)
By: axireaxi on May 22, 2007
at 2:01 am
Bung Adi terima kasih atas komentarnya. Karena itu syarat maka saya menggunakan ‘harus’.
Kalau terkesan memaksa ya mohon maaf. Tapi ini hal yang paling mendasar. Bagaimana bisa membuat pembaca paham kalau penulisnya tidak menguasai apa yang ditulis.
Penguasaan tersebut tidak perlu terlalu canggih. Yang penting apa dan bagaimana, seperti halnya aksi dan reaksi.
By: asf on May 22, 2007
at 2:07 am
Oya saya gagal menulis jelas. Lisensi ada yang tertutup. Ada yang bebas dan lisensi milik publik. Apalagi ya?
Free tidak selalu gratis. Free bermakna bebas. Bebas menggunakan, memodifikasi dan mendistribusikan.
Saya hanya menggunakan oOo dan gedit saja.
By: asf on May 22, 2007
at 2:15 am
“… Saya hanya menggunakan oOo dan gedit saja.”
oOo itu OpenOffice.org ya Pak?
Kalau benar, berarti nulis singkatnya “OOo”, atau “OO.o”.
Itu setahu saya. Sebab bila kita keliru menuliskannya di media, wah… bisa berabe (^_^)
Rujukan
http://www.openoffice.org/
By: axireaxi on May 22, 2007
at 2:43 am
Ya. Anda tepat. OpenOffice.org harus ditulis “OOo”, atau “OO.o”. Jadi sebaiknya memang menghindari singkatan
By: asf on May 22, 2007
at 4:58 am
oh mesti begitu ya menuliskannya? terimakasih axireaxi.
By: ikram on June 2, 2007
at 2:55 am
Karena pingin bisa menulis artikel bagus akhirnya sama kantor dikursusin…dan referensi ini aku pake buat bikin tugas artikel. Thx banget loh.
By: Novi on June 7, 2007
at 4:58 am
Mmmm…. Bedanya artikel dengan feature apa yah? Terus terang kalau lagi baca koran gitu kadang kadang bingung apakah itu termasuk artikel atau itu termasuk tulisan feature… Jelasin dunk… Butuh nih… Thankz…
By: Degechbo on November 2, 2007
at 4:36 pm
Assalamualaikum…
biar lebih lengkap, bagaimana kalau di kasih contoh artikelnya juga.tapi sebenernya asyik kok, gampang sekali di pahami. thanks
By: yodhi on December 13, 2007
at 1:18 pm
Bagi saya jika menulis apapun itu. Saya ngerti anda ngerti. Tidak peduli apakah tanda baca tertib atau tidak. Tapi Ini hanya pendapat saya lho
Rahasia Mengetik CEPAT 10 Jari
http://mengetik.TopSolusi.com?af=komen
By: John on May 27, 2008
at 11:03 am
thanx yau
By: aquamarine on June 5, 2008
at 10:31 am
kalo kita pengen menjadi penulis arikel yang hebat maka, kita harus benar2 rajin dlm mencari info.
By: didi on August 27, 2008
at 4:14 am
aku pengen cari cowx yg gantengggggg
By: finda on August 27, 2008
at 4:15 am
wah tolong nih?..aku bingung dengan istilah penulisan artikel yang menggunakan standart APA,MPA dll..maksudnya gimana sih??..oh ya..gimana cara menulis artikel berita untuk sebuah website??..tolong ya
By: fuad on November 24, 2008
at 1:25 pm
ya, ayo menulis dan belajar sekarang juga
By: kesppi on December 14, 2008
at 7:43 am
hei…lam knl,,,
bleh gabung?
saya bingung untuk mengawali sebuah tulisan dan untuk mempertahankan sebuah ide,,,
ada yang punya solusidari pertanyyaan saya?
tq
By: kie on February 5, 2009
at 7:09 am
Sangat informatif
By: ujang on February 25, 2009
at 5:15 am
masih bingung niihh,,saya kan pgn banget bisa nulis suatu artikel. tapi saya tidak bisa mengawali tulisan yang akan saya buat..
dan mengenai mencari informasi,,bagimana caranya?????
pakah hanya dengan observasi saja atau seperti apa????
tell me pliiizzz..
By: sarah on March 11, 2009
at 6:41 am
saya gaptek jadi saya tidak akan berkomentar tentang Open Source (kayak kerjaan ajah
)
saya hanya mau berkata :
Belajar Menulis BUKAN Belajar Tentang Menulis.
jadi, ya tulis laaah!!!
NB : kalok dimuat syukur gak dimuat yah artinya ide jualan kalian, kita, tidak / belom laku
By: Putri Sarinande on March 12, 2009
at 7:35 am
Bukanx menulis itu gampang jika kt hobi mbaca?
By: Fitri on April 7, 2009
at 6:47 am
Lam kenal, ikut gabung ya! Meski hobi baca and ngomentarin pikiran orang lain, tapi ternyata susah banget nulis artikel, padahal ide sering nongol. Tolongin dong, gimana mengembangkan ide menjadi sebuah artikel yang enak dibaca dan logis.
By: rien-solo on April 20, 2009
at 6:54 am
sepertinya, kalo nulis cerpen lebih gampang daripada artikel, saya pengen banget buat artikel menarik dan logis. Sebab setiap mau mulai nulis, jari-jarinya kaku di keyboard..he..he. Tolong Dunk
By: ammatullah on May 12, 2009
at 7:21 am
saya suka sekali nulis. apalagi setelah ikut gabung di http://uangpanas.com/?id=anak2 , jadi makin aktif nulis ;terutama untuk membuat iklan. disana jg diajarkan bagaimana cara mengetik dengan cepat dll. gak rugi lah..!!
By: ita on June 6, 2009
at 4:58 pm
maksih bnyk taz artkelny kang. VISS
By: ren on June 10, 2009
at 2:54 am
terimakasih atas masukanya.
By: romlan on July 10, 2009
at 5:46 pm
hmmmmmmmmmmmmmm……………. sulit banget nulis artikel yaw. thank
By: desak on August 9, 2009
at 6:00 am
makasih atas masukannya! semoga membantu saya dlm menulis artikel…
By: fithria on August 13, 2009
at 2:45 am
q bener2 dari nol tentang ilmu 2 menulis,masih bingung musti mulai dari mana…susah bgt memahami sebuah kalimat apalagi mw nulis sebuah artikel,jadi minder rasanya tapi dalam niat saya slalu berkata HARUS bisa,mohon supportnya,thx…………..
By: dewwi on November 9, 2009
at 3:21 pm